Rabu 19 Januari 2022, 08:15 WIB

Hong Kong akan Musnahkan 2.000 Hamster karena Covid-19

Basuki Eka Purnama | Internasional
Hong Kong akan Musnahkan 2.000 Hamster karena Covid-19

AFP/Bertha WANG
Warga melintas di depan toko binatang peliharaan di Causeway Bay, Hong Kong, tempat seorang karyawan dinyatakan positif covid-19

 

PIHAK berwenang Hong Kong telah mengeluarkan perintah untuk memusnahkan 2.000 hamster serta memperingatkan masyarakat untuk tidak menciumi hewan-hewan peliharaan mereka.

Perintah pemusnahan itu dikeluarkan setelah 11 hamster terinfeksi covid-19.

Baru-baru ini, satu klaster kasus covid-19 pada manusia terlacak berasal dari seorang pegawai di sebuah toko hewan peliharaan.

Baca juga: Terkait Omikron, Dua Mantan Awak Kabin Cathay Pacific Ditahan

Dengan adanya temuan itu, pengecekan dilakukan pada ratusan binatang di Hong Kong dan 11 hamster ditemukan terinfeksi covid-19, kata para pejabat.

Serupa dengan kebijakan tanpa toleransi yang diberlakukan Tiongkok , Hong Kong --wilayah di bawah pemerintahan Tiongkok--kemudian memerintahkan agar 2.000 hamster dimatikan 'secara manusiawi'.

Kegiatan impor dan penjualan binatang pengerat itu juga diperintahkan untuk dihentikan.

Berbagai toko hewan di kota tersebut ditutup dan disemproti disinfektan.

Sementara itu, para petugas yang berpakaian pelindung menyisir toko hewan yang menjadi jantung klaster penyebaran. Toko tersebut berada di distrik sibuk Causeway Bay.

Kelompok lokal aktivis antipenyiksaan hewan Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), yang mengoperasikan klinik-klinik kesehatan hewan, meminta agar perintah pemusnahan tersebut dipertimbangkan lagi.

"SPCA merasa kaget dan khawatir atas pengumuman pemerintah baru-baru ini soal penanganan pada 2.000 hewan kecil, yang tidak mempertimbangkan keselamatan hewan serta aspek ikatan antara manusia dan hewan," kata kelompok tersebut.

Kepala badan kesehatan Hong Kong, Sophia Chan, mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang mengambil tindakan atas dasar kehati-hatian kendati tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menulari manusia.

"Para pemilik toko hewan peliharaan harus terus menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan setelah memegang binatang, setelah memberi makan ataupun hal-hal lainnya, serta jangan mencium hewan," kata Direktur Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Leung Siu-fai Leung kepada para wartawan.

Otoritas Hong Kong juga sedang melaksanakan pengujian pada banyak kelinci dan hewan pengerat chinchilla. Semua binatang itu diimpor dari Belanda, menurut saluran penyiaran RTHK.

Di seluruh dunia, ada sejumlah anjing dan kucing yang juga terinfeksi covid-19.

Namun, para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti bahwa binatang bisa menjadi penyebab kuat penularan virus tersebut. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Nicholas Kamm.

Kepala HAM PBB akan Lakukan Perjalanan Penting ke Xinjiang Tiongkok

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:16 WIB
Misi selama enam hari Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet itu menyusul permintaan bertahun-tahun untuk akses yang bermakna...
UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES/AFP.

8 Orang Terluka dalam Serangan Rusia di Pusat Budaya Ukraina

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:30 WIB
Gubernur regional Kharkiv Oleg Sinegubov mengatakan delapan orang terluka, termasuk seorang gadis berusia 11...
KCNA VIA KNS / AFP

Korea Utara Laporkan 200 Ribu Kasus Demam di Tengah Wabah Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:13 WIB
Korea Utara melaporkan lebih dari 200.000 pasien baru yang mengalami demam selama lima hari berturut-turut saat negara itu memerangi wabah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya