Selasa 18 Januari 2022, 08:52 WIB

145 Aktivis HAM Tewas di Kolombia pada 2021

Nur Aivanni | Internasional
145 Aktivis HAM Tewas di Kolombia pada 2021

Juan BARRETO / AFP
Anggota kepolisian Kolombia menjaga tanaman kokain di Tomaco, Kolombia yang berbatasan dengan Venezuela.

 

KOLOMBIA melaporkan 145 tokoh masyarakat dan pembela hak asasi manusia (HAM) terbunuh pada tahun 2021, tahun yang ditandai dengan aksi protes anti-pemerintah yang ditumpas secara brutal. Hal itu disampaikan Ombudsman HAM negara tersebut pada Senin (18/1).

Jumlah korban tersebut lebih rendah dari tahun 2020 yang melaporkan 182 pembunuhan, kata pejabat dari Kantor Ombudsman Carlos Camargo, dalam sebuah pernyataan.

Mereka yang terbunuh pada tahun 2021 termasuk 32 perwakilan kelompok adat, 16 advokat untuk masyarakat pedesaan atau pertanian, dan tujuh anggota serikat pekerja.

"Kami menolak tindakan ini yang terutama disebabkan oleh tindakan kriminal kelompok bersenjata ilegal," kata pernyataan itu, tanpa menyebut nama terduga pelakunya.

Kolombia secara resmi berdamai setelah menandatangani pakta dengan kelompok gerilya FARC pada 2016 untuk mengakhiri lebih dari setengah abad konflik bersenjata.

Tetapi telah terjadi peningkatan kekerasan dalam beberapa bulan terakhir karena perebutan wilayah dan sumber daya oleh gerilyawan pembangkang FARC, kelompok pemberontak ELN, pasukan paramiliter dan kartel narkoba.

Wilayah dengan jumlah pembunuhan tertinggi tahun lalu sama di mana pertempuran sengit memperebutkan ribuan hektare tanaman kokain atau tambang ilegal.

Kolombia adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi para aktivis, menurut kelompok pengamat seperti Global Witness, yang telah mengidentifikasi negara itu sebagai yang paling mematikan bagi para pencinta lingkungan, dengan 65 orang tewas pada 2020.

Pemerintah Presiden Ivan Duque menuduh pengedar narkoba berada di balik pembunuhan di negara itu, yang merupakan produsen kokain terbesar di dunia.

Pada Mei tahun lalu, kekerasan juga merusak aksi protes anti-pemerintah yang ditumpas secara brutal oleh polisi dan tentara.

Lebih dari 60 orang tewas dalam bentrokan berminggu-minggu dan tindakan keras yang dikutuk oleh PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan kelompok hak asasi internasional. (AFP/Nur)

Baca Juga

AFP/Nicholas Kamm.

Kepala HAM PBB akan Lakukan Perjalanan Penting ke Xinjiang Tiongkok

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:16 WIB
Misi selama enam hari Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet itu menyusul permintaan bertahun-tahun untuk akses yang bermakna...
UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES/AFP.

8 Orang Terluka dalam Serangan Rusia di Pusat Budaya Ukraina

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:30 WIB
Gubernur regional Kharkiv Oleg Sinegubov mengatakan delapan orang terluka, termasuk seorang gadis berusia 11...
KCNA VIA KNS / AFP

Korea Utara Laporkan 200 Ribu Kasus Demam di Tengah Wabah Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:13 WIB
Korea Utara melaporkan lebih dari 200.000 pasien baru yang mengalami demam selama lima hari berturut-turut saat negara itu memerangi wabah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya