Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa akan membutuhkan biaya sekitar US$3,9 miliar atau Rp55,8 triliun pada tahun ini untuk membantu jutaan orang di Yaman yang dilanda perang.
Penjabat Asisten Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Wakil Koordinator Bantuan Darurat Ramesh Rajasingham mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa kendala terbesar saat ini adalah pendanaan untuk membantu sekitar 16 juta orang di Yaman, di mana perang saudara telah berkecamuk selama lebih dari tujuh tahun.
"Saya meminta semua donor untuk mempertahankan, dan jika mungkin, untuk meningkatkan dukungan mereka tahun ini," kata Rajasingham pada Rabu (12/1).
Dia menambahkan bahwa pendanaan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dengan rencana respons tahun lalu hanya didanai sebesar 58 persen dan dengan Program Pangan Dunia PBB pada Desember mengumumkan pemotongan anggaran bantuannya untuk delapan juta orang.
"Program vital lainnya, termasuk air, perlindungan dan layanan kesehatan reproduksi, juga terpaksa dikurangi atau ditutup dalam beberapa pekan terakhir karena kekurangan dana," terang Rajasingham.
Selain pendanaan, akses kemanusiaan dan keamanan juga tetap menjadi hambatan utama untuk bantuan.
Perang saudara Yaman dimulai pada 2014 ketika pemberontak Huthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa, mendorong pasukan pimpinan Saudi untuk campur tangan guna menopang pemerintah pada tahun berikutnya.
PBB memperkirakan perang tersebut telah menewaskan 377 ribu orang pada akhir 2021, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kelaparan dan penyakit. (France24/OL-12)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved