Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK kereta melewati wilayah Latur.
Namun, akhir-akhir ini cuma satu yang paling ditunggu masyarakat, yakni kereta bernama Jaldoot.
Kereta berwarna hijau daun yang terdiri atas rangkaian gerbong berbentuk tanki itu menjadi primadona warga setempat.
Latur merupakan salah satu distrik di Negara Bagian Maharashtra, India, yang dilanda kekeringan.
Tak hanya gagal panen lantaran minimnya pasokan air, warga di wilayah itu juga kehausan.
Oleh karena itu, kehadiran Jaldoot atau Kereta Pembawa Air yang mulai beroperasi April lalu amat dinanti-nanti warga.
Kereta itu membawa jutaan liter air yang ditampung dalam rangkaian gerbongnya.
Air lalu disalurkan kepada warga yang menanti di sisi rel yang dilewati.
Kehadiran Jaldoot setidaknya dapat mengatasi situasi yang gersang itu.
"Kondisinya buruk sekali. Petani gagal panen, ternak mati, warga juga harus berjalan jauh mencari air sekadar untuk minum," ujar Ashok Balunke, petani setempat, kemarin.
Cerita tragis dituturkan Ranjane Umesh Jadav.
Perempuan berusia 30 tahun itu mengaku kehilangan suami tercintanya ketika hendak mencari air untuk keluarganya.
Setelah berjalan puluhan kilometer dari rumahnya, ayah dua anak itu mati di tengah jalan lantaran kehausan.
Krisis air yang terjadi di Latur disebabkan kombinasi antara bencana alam dan ulah manusia.
Sebagian besar wilayah tersebut memang merupakan lahan tandus.
Akan tetapi, setelah terjadi degradasi lingkungan dan masyarakat gagal mengelola air, semakin parahlah kondisi di wilayah tersebut.
Pada April lalu, Pemerintah Kota Marathwada lalu memutuskan mengirim kereta pengangkut air dari Kota Miraj yang berada di wilayah barat Latur.
Kota di kawasan Sungai Khrisna itu termasuk dari sedikit wilayah yang 'selamat' dari kekeringan.
Dari kota itu, Jaldoot yang mengangkut 50 gerbong tangki air bergerak menyusuri sejumlah desa, mengalirkan air dari selang/pipa panjang guna memenuhi kebutuhan warga.
Butuh sekitar 8 jam untuk mengisi penuh rangkaian gerbong tangki tersebut.
Setiap tangki berisi 53 ribu liter air. Air diangkut dari Miraj pada pukul 05.00 dan kereta itu tiba di Latur tengah malam.
Meski berdasarkan perkiraan Departemen Meteorologi India musim hujan tahun ini akan berada di atas rata-rata, selama air dari langit belum menetes membasahi bumi, kehadiran kereta yang datang tiap tengah malam itu ibarat malaikat penyelamat bagi warga setempat. (AFP/Adiyanto/I-2)
Mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu.
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Angin puting beliung menerjang di sejumlah daerah seperti Pati, Kota dan Kabupaten Semarang menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved