Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Temer Keluar dari Bayang-Bayang Rousseff

Yanurisa Ananta
13/5/2016 07:30
Temer Keluar dari Bayang-Bayang Rousseff
(AP/FELIPE DANA)

NAMA Wakil Presiden Brasil Michel Temer tidak banyak dikenal publik, termasuk oleh rakyat Brasil.

Nama pakar hukum konstitusi tersebut baru mulai disebut-sebut publik menyusul proses pemakzulan Presiden Dilma Rousseff.

Dengan keputusan Senat untuk membuka sidang pemakzulan terhadap Rousseff Kamis (12/5), Temer naik pangkat untuk menjadi presiden menggantikan Rousseff selama 6 bulan ke depan menunggu hasil sidang.

Pasangan Rousseff yang kini berubah jadi musuh itu telah menyiapkan kabinet yang ramah terhadap bisnis.

Pengacara berusia 75 tahun itu juga akan mencoba keluar dari bayang-bayang Rousseff, termasuk menghapuskan kebijakan kiri partai Rousseff, Partai Pekerja, yang berkuasa selama 13 tahun, untuk membangun kembali ekonomi Brasil yang kini tengah terpuruk.

Namun, dengan popularitas yang sama rendahnya dengan Rousseff dan sekutu-sekutunya yang terlibat korupsi, Temer menghadapi tugas berat untuk menciptakan ekonomi yang stabil bagi Negeri Samba itu.

Politikus veteran kanan tengah dari Partai Pergerakan Demokrasi (PMDB) itu lebih dikenal sebagai juru runding di balik pintu.

Popularitasnya juga masih jauh di bawah Rousseff.

Para pemilih lebih mengenalnya karena istrinya mantan putri kecantikan yang berusia 32 tahun, Marcela Temer.

Temer yang dikecam Rousseff sebagai dalang pemakzulan itu perlahan-lahan mulai muncul namanya dan memainkan peran penting seiring perubahan ekonomi Brasil, dari negara yang ekonominya moncer menjadi terpuruk.

Juga seiring terungkapnya skandal korupsi di perusahaan minyak negara Petrobas yang menyeret hampir seluruh tataran politik di Negeri Samba itu.

Hubungan Temer dan Rousseff tidak selalu mulus.

Temer secara perlahan mulai bersebrangan dengan langkah-langkah yang diambil pemerintahan Rousseff.

Secara hati-hati, dia membangun namanya seiring seruan pemakzulan merebak.

Pada Oktober 2015, Temer memublikasikan sebuah dokumen berjudul Jembatan Masa Depan yang berisi kritik tentang sampah-sampah kebijakan pemerintah.

Lalu pada Desember, ia memprotes karena merasa dianggap sebagai 'wakil presiden pajangan'.

Pada Maret 2016, akhirnya ia memerintah PMDB untuk keluar dari pemerintahan dan menjadi kubu oposisi.


Ancaman Petrobras

Para analis politik berpendapat, meski kini Temer menjadi presiden sementara Brasil, skandal Petrobras masih menjadi ancaman terbesar. Sejumlah tokoh PMDB terjerat kasus itu.

Temer tidak menjalani proses penyelidikan, tetapi saksi kunci mega skandal itu menuding Temer turut andil dalam skema penggelapan dana perusahaan sebesar miliaran dolar.

Di samping itu, Temer juga dinyatakan bersalah karena melakukan penyelewengan dana kampanye, yang membuatnya terancam tidak bisa bekerja di pemerintahan selama 8 tahun.

Tanpa karisma dan popularitas, putra imigran Libanon itu diperkirakan bakal kesulitan untuk memulihkan luka akibat pemakzulan Rousseff dan memulihkan kepercayaan terhadap sistem politik Brasil yang dinilai korup.

"Sulit baginya untuk menampilkan diri sebagai seorang presiden baru tanpa hubungan dengan kepemimpinan yang terjungkal," ungkap Thiago Bottino, analis di Getulio Vargas Foundation.

Lincoln Secco, sejarawan di University of Sao Paulo, mengatakan Temer juga menghadapi masalah lain: Rousseff.

"Selama lima hingga enam bulan, kita memiliki presiden (Rousseff) yang tidak bisa menjalankan fungsinya. Temer akan dibayang-bayangi presiden, yang menekannya untuk mencapai hasil segera," ujarnya. (AFP/AP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya