Kamis 02 Desember 2021, 20:58 WIB

Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 tidak Kebal Omicron

Mediaindonesia.com | Internasional
Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 tidak Kebal Omicron

AFP/Rodger Bosch.
Karyawan di perusahaan bioteknologi Afrigen dan fasilitas Vaccine Hub, bekerja di laboratorium manufaktur, Cape Town, 5 Oktober 2021.

 

ORANG yang terinfeksi dengan varian covid-19 sebelumnya tampaknya tidak terlindungi dari omicron. Meskipun demikian vaksinasi masih akan mencegah penyakit serius. Ini dikatakan seorang ilmuwan terkemuka Afrika Selatan, Kamis (2/12).

"Kami percaya bahwa infeksi sebelumnya tidak memberikan perlindungan dari omicron," kata Anne von Gottberg, seorang ahli di Institut Nasional untuk Penyakit Menular. Menguraikan penelitian awal tentang varian yang baru muncul, dia mengatakan dokter melihat peningkatan infeksi ulang omicron.

Tren ini juga terlihat pada model yang memproyeksikan kasus-kasus tersebut terhadap populasi secara keseluruhan, katanya dalam konferensi pers dengan wilayah Afrika Organisasi Kesehatan Dunia. "Kami percaya jumlah kasus akan meningkat secara eksponensial di semua provinsi di negara ini," katanya.

"Kami percaya bahwa vaksin akan tetap melindungi dari penyakit parah," tambahnya. "Vaksin selalu diberikan untuk melindungi dari penyakit serius, rawat inap, dan kematian."

Varian baru, pertama kali dilaporkan ke WHO seminggu sebelumnya, telah muncul di seluruh benua. Pakar WHO mengulangi seruan untuk memikirkan kembali larangan perjalanan terhadap Afrika selatan mengingat bahwa Omicron sekarang telah dilaporkan di hampir dua lusin negara dan sumbernya masih belum jelas.

"Afrika Selatan dan Botswana mendeteksi varian tersebut. Kami tidak tahu dari mana asalnya," kata spesialis Ambrose Talisuna. "Menghukum orang yang hanya mendeteksi atau melaporkan itu tidak adil."

Baca juga: India Umumkan Dua Kasus Pertama Varian Omicron

Pada pertengahan November, Afrika Selatan melaporkan sekitar 300 kasus per hari. Pada Rabu negara itu melaporkan 8.561 kasus baru, naik dari 4.373 sehari sebelumnya dan 2.273 pada Senin. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Kay Nietfeld / POOL / AFP

AS dan Rusia Adakan Pembicaraan Terakhir tentang Ukraina

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 21 Januari 2022, 11:21 WIB
Amerika Serikat semakin khawatir bahwa Rusia akan menyerang Ukraina meskipun ada peringatan...
ALEX HALADA / AFP

Austria Wajibkan Vaksinasi Covid-19 untuk Orang Dewasa

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 21 Januari 2022, 09:48 WIB
Keputusan tersebut menjadikan Austria negara Eropa pertama yang melakukannya meskipun ada gelombang protes yang menentang tindakan...
Yevgeny BIYATOV / SPUTNIK / AFP

Pemimpin Belarus Tetapkan Referendum Konstitusi pada 27 Februari

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 21 Januari 2022, 09:41 WIB
Jika Lukashenko mengajukan dirinya sebagai kandidat untuk pemilu pada tahun 2025, dia mungkin akan tetap berkuasa selama sepuluh tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya