Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Naftali Bennett pada Kamis (2/12) menyerukan penghentian segera dari pembicaraan nuklir yang dilanjutkan antara Iran dan negara-negara besar di Wina. Ia menuduh republik Islam itu melakukan pemerasan lewat nuklir.
Dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Bennett, yang telah menjadi penentang konsisten perjanjian 2015 yang berusaha dihidupkan kembali oleh negara-negara tersebut, menyerukan langkah-langkah konkret untuk diambil terhadap Iran.
Dia mengatakan Iran sedang melakukan pemerasan lewat nuklir sebagai taktik negosiasi. "Ini harus dihadapi dengan penghentian negosiasi segera dan langkah-langkah konkret yang diambil oleh negara-negara besar," ujar suatu pernyataan dari kantornya.
Baca juga: IAEA: Iran Naikkan Kapasitas Pengayaan Uranium
Blinken memberi tahu Bennett tentang yang terjadi dalam pembicaraan sejak dimulainya kembali pada Senin setelah jeda lima bulan.
Perdana Menteri Israel menyatakan keprihatinan tentang laporan baru dari pengawas nuklir PBB yang dikeluarkan selama pembicaraan yang katanya menunjukkan Iran telah memulai proses pengayaan uranium ke tingkat kemurnian 20% dengan sentrifugal canggih di fasilitas bawah tanah Fordo.
Setahun setelah presiden AS saat itu Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir pada 2018 dan mulai memberlakukan sanksi besar-besaran. Iran memulai penangguhan bertahap atas usahanya dalam kesepakatan itu.
Iran memperkaya uranium dalam jumlah yang lebih besar dan tingkat kemurnian yang lebih tinggi daripada yang telah disepakati. Padahal ini sesuatu yang pemerintah Barat ingin akhiri secepat mungkin.
Iran menegaskan prioritas mutlak yaitu pencabutan semua sanksi AS yang dikenakan setelah Trump mengabaikan kesepakatan itu.
Baca juga: Arab Saudi, OKI Kecam Presiden Israel Paksa Masuk Masjid Ibrahimi
Pihak-pihak yang tersisa dalam perjanjian 2015--Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia-- berpartisipasi secara langsung dalam pembicaraan Wina. Atas desakan Iran, Amerika Serikat melakukannya hanya secara tidak langsung. (AFP/OL-14)
PM Inggris Sir Keir Starmer dan Donald Trump intensif bahas pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pejabat pemerintahan Trump optimis konflik di Iran selesai dalam hitungan minggu.
PEMERINTAH Jepang mempertimbangkan pengiriman kapal perang ke Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta sekutu membantu mengawal tanker minyak.
Ketegangan meningkat di Selat Hormuz! Presiden Trump siapkan koalisi kapal perang dan ancam bom pantai Iran demi amankan jalur minyak dunia. Simak detail eskalasi terbarunya.
Aktor Palestina Motaz Malhees tidak dapat menghadiri Oscar 2026 setelah AS memberlakukan larangan perjalanan bagi pemegang dokumen Otoritas Palestina.
Donald Trump mengancam serangan tambahan ke fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg dan menyerukan koalisi kapal perang internasional menjaga Selat Hormuz.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
DALAM dinamika politik global tahun 2026 yang kian memanas, pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, kembali mencuri perhatian dunia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
PARTAI Buruh Korea Utara membuka kongres, demikian dilaporkan media resminya, Jumat (20/2), yang menandai dimulainya pertunjukan politik untuk mengungkap fase berikutnya senjata nuklir
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved