Rabu 01 Desember 2021, 08:50 WIB

Brasil Laporkan Kasus Varian Omicron Pertama di Amerika Latin

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Brasil Laporkan Kasus Varian Omicron Pertama di Amerika Latin

AFP
Pemerintah Brasil mengumumkan pada 26 November bahwa mereka akan "menutup perbatasan udara" mulai Senin depan ke enam negara Afrika untuk me

 

REGULATOR kesehatan Brasil Anvisa mendeteksi kasus positif covid-19 Omicron pada dua warga Brasil, Selasa (30/11). Ini merupakan kasus pertama terkait varian baru yang dilaporkan di Amerika Latin.

Anvisa mengatakan seorang pelancong yang tiba di Sao Paulo dari Afrika Selatan dan istrinya yang belum bepergian, dinyatakan positif terpapar varian baru, menambah kekhawatiran penyebaran Omicron secara global sebelum larangan perjalanan berlaku baru-baru ini.

Pelancong tersebut mendarat di Bandara Internasional Guarulhos Sao Paulo pada 23 November dengan tes negatif untuk covid-19. Tetapi sebelum perjalanan pulang yang direncanakan, pasangan itu dinyatakan positif dan sampel dikirim untuk analisis lebih lanjut, yang mengidentifikasi varian Omicron.

Pelancong itu tiba di Sao Paulo sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali menandai varian Omicron secara publik dan sebelum Brasil memutuskan untuk menangguhkan penerbangan dari Afrika Selatan dan lima negara Afrika selatan lainnya pada Jumat lalu.

“Tes kedua pada sampel mengonfirmasi varian tersebut,” kata negara bagian Sao Paulo.

“Dua orang Brasil yang dites positif untuk varian tersebut adalah misionaris,” kata Sekretaris Kesehatan Sao Paulo Jean Gorinchteyn kepada CNN Brasil, menambahkan bahwa tidak ada dokumentasi yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi.

Menyusul konfirmasi Omicron, pemerintah negara bagian Sao Paulo mengatakan akan meninjau rencana pelonggaran aturan seputar penggunaan masker.

Omicron pertama kali diidentifikasi secara resmi di Afrika Selatan minggu lalu, tetapi data sekarang menunjukkan varian tersebut beredar sebelum itu dan telah terdeteksi di lebih dari belasan negara.

Para ilmuwan di seluruh dunia bergegas untuk menentukan apakah varian baru yang memiliki mutasi signifikan dibandingkan dengan strain sebelumnya ini, lebih menular, mematikan, atau mampu menghindari vaksin. Pekerjaan itu diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu.

Sementara itu, negara-negara di seluruh dunia telah memberlakukan pembatasan perjalanan, terutama pada penerbangan yang datang dari Afrika bagian selatan.

WHO mengatakan pada hari Selasa bahwa larangan bepergian tidak akan menghentikan penyebaran varian baru tetapi akan menempatkan beban berat pada kehidupan dan mata pencaharian. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Ternyata Omicron Sudah Ada di Eropa Sebelum Muncul di Afrika Selatan

Baca Juga

ANTARA/Galih Pradipta

Ramos Horta Perlu Reset Proses Politik Timor Leste

👤Palce Amalo 🕔Jumat 20 Mei 2022, 21:28 WIB
PRESIDEN Timor Leste Ramos Horta dinilai mampu mengakhiri rentetan krisis politik di negara itu yang terjadi sejak...
AFP/Yossi Zeliger.

Badan Keamanan Israel Ungkap Cara Agen Iran Pikat Warganya

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 21:03 WIB
Menurut Shin Bet, para agen Iran berusaha mengumpulkan informasi tentang orang Israel dan mungkin memikat mereka ke luar negeri dengan...
AFP.

Rabi Steven Burg: Normalisasi Hubungan Saudi-Israel cuma Masalah Waktu

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 20:50 WIB
Dia mengatakan bahwa menjadi Yahudi dan pro-Israel secara terbuka di kerajaan itu tidak menjadi masalah bagi kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya