Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo mendesak negara-negara yang tergabung dalam G-20 berhenti melakukan diskriminasi terhadap produk-produk vaksin tertentu. Selama sudah diakui dan sesuai standar WHO, semestinya vaksin, apa pun merknya, bisa diterima di negara mana saja.
"Kita perlu memastikan pengakuan dan keberterimaan vaksin secara universal, sesuai standar WHO. Kita perlu memfasilitasi pemulihan perjalanan internasional yang nondiskriminatif," seru Jokowi dalam KOnferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rantai Pasok Global, di Roma, Italia, Minggu (31/10).
Diskriminasi vaksin terjadi di beberapa negara di Eropa. Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan pelaku perjalanan lintas negara tidak boleh masuk ke suatu negara meskipun ia telah memperoleh dua dosis vaksin.
Alasannya, walaupun sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari WHO, vaksin tersebut tidak diakui oleh otoritas negara yang bersangkutan. "Jika ingin masuk, pelaku perjalanan harus menerima vaksin tambahan dari merek yang mereka akui," ujar Retno.
Oleh karena itu, ia mendesak WHO, GAVI dan Fasilitas Covax untuk bersama-sama mencegah diskriminasi tersebut terus terjadi. (P-2)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved