Selasa 26 Oktober 2021, 06:41 WIB

Imbas Kudeta di Sudan, AS Bekukan Dana Bantuan 

Basuki Eka Purnama | Internasional
Imbas Kudeta di Sudan, AS Bekukan Dana Bantuan 

AFP/STR
Warga menggelar aksi demonstrasi memprotes kudeta militer di Sudan.

 

AMERIKA Serikat (AS), Senin (25/10), membekukan dana bantuan senilai US$700 juta untuk Sudan setelah militer melakukan kudeta dan menggulingkan pemerintahan sipil di negara itu.

"Pemerintahan transisi harus segera dipulihkan untuk mewakili kehendak rakyat," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

"Terkait kudeta yang terjadi di Sudan, AS memutuskan membekukan dana bantuan," lanjutnya.

Baca juga: Usai Kudeta, Warga Sudan Lakukan Aksi Protes Hingga Malam

Dana tersebut, lanjut Price, diberikan AS sebagai paket ekonomi untuk membantu transisi demokrasi di Sudan setelah negara itu menggulingkan diktator, dua tahun lalu.

"Kami berdiri di belakang rakyat Sudan. Rakyat Sudan telah dengan jelas menyatakan aspirasi mereka untuk transisi demokrasi dan kami akan terus mendukung hal itu, termasuk membuat mereka yang melakukan kudeta bertanggung jawab," tegas Price.

Jenderal Sudan Abdel Fattah al-Burhan, dalam pidato yang disiarkan televisi, mengatakan militer telah menangkap petinggi pemerintahan sipil Sudan. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Israel Bebaskan Tahanan Palestina setelah Akhiri Mogok Makan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:10 WIB
Aksi mogok makan menjadi hal biasa di antara para tahanan Palestina dan telah membantu mengamankan banyak konsesi dari otoritas...
DOK BAKAMLA

Diprotes Tiongkok, Pengamat Sebut Pengeboran Migas di Natuna Tetap Dilanjutkan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 21:00 WIB
pemerintah membangun opini di dalam dan luar negeri, perihal kewajiban semua negara di dunia, untuk tidak menafsirkan hukum internasional...
AFP

AS Hingga UE Kecam Taliban Atas Pembunuhan Mantan Pasukan di Afghanistan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 19:54 WIB
Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus ketika pemerintah yang didukung AS di Kabul runtuh setelah pasukan Amerika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya