Kamis 14 Oktober 2021, 23:15 WIB

Perhiasan Buatan Anak Indonesia menggebrak Singapura

Mediaindonesi.com | Internasional
Perhiasan Buatan Anak Indonesia menggebrak Singapura

Kedubes RI di Singapura
Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo (kiri) bersama Kepala Perwakilan BI Singapura Anastuty Kusumowardhani

 

SEBAGAI bagian dari perjalanan menuju Singapore Jewels Expo, perhiasan karya anak Indonesia mulai menggebrak Pasar Singapura. Produk perhiasan dari emas, perak, dan mutiara dipamerkan secara daring dari Adinata Center, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Kamis (14/11). 

Acara bertajuk “Celebration of Indonesian Jewel” diselenggarakan atas kerja sama Atase Perdagangan pada KBRI Singapura dan Bank Indonesia Perwakilan Singapura. Tahun ini Indonesia menjadi country partner dan membuka Pavilion Indonesia dalam pameran perhiasan internasional bergengsi, Singapore International Jewelry Expo (SiJE-2021), Desember 2021.

Caroline Wihono yang merupakan pembuat perhiasan generasi ke-4 asal Indonesia membantu mempromosikan produk perhiasan asal Indonesia. Caroline merupakan desain perhiasan yang sudah masuk pasar Amerika dan merupakan lulusan dari Gemologist Institute of America (GIA). Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sejarah dan latar belakang budaya sehingga menjadi bangsa yang besar. Khususnya dalam bidang kerajinan.

Perhiasan dibuat dengan beberapa alasan mulai dari fashion hingga keperluan seremonial. Indonesia adalah negara kebanggaan yang menghasilkan emas, mutiara, perak dan juga batu permata bermutu tinggi. Peran perhiasan itu sendiri juga digunakan untuk menunjukkan status sosial, dan dipergunakan dalam kegiatan keagamaan, dan untuk keperluan upacara kepada keluarga kerajaan di Indonesia dan di seluruh dunia.

Pada kesempatan webinar yang diikuti hampir 100 orang peserta tersebut, dilakukan promosi produk perhiasan dari UKM binaan Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan dari berbagai Provinsi seperti dari Nio El dari Jatim, Nahdi dan Vite dari Jakarta, Pyo dari Sumatera Selatan, Anna Pearl, NTB Pearl, Maza Pearl, dan Lilars yang merupakan produsen Mutiara dari Nusa Tenggara Barat. Selain itu dipromosikan juga perhiasan unik dari Yogyakarta yang diwakili Joglo Ayu Tenan dan Bara Silver dari Bali. 

Semua promosi disampaikan secara langsung oleh Caroline dengan menunjukkan barang contoh dari masing-masing produk UKM tersebut. Produk-produk perhiasan yang unik dan istimewa tersebut termasuk fine jewelry produksi CW Jewel milikCaroline akan ditampilkan di Pavilion Indonesia.

Pada kesempatan itu, Dubes Suryo Pratomo menyampaikan bahwa Indonesia juga aka menyelenggarakan Trade Expo Indonesia yang ke-36 dalam versi “Digital Edition” mulai  21 Oktober hingga 4 November 2021 secara interaktif. Sementara  products catalogue showcase akan diselenggarakan sampai 20 Desember 2021 yang akan mempromosikan juga produk perhiasan dari beberapa propinsi pilihan.

Dalam kata penutupnya Dubes Suryo Pratomo mengajak seluruh peserta untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di SiJE 2021 dan mendorong untuk membeli dan menikmati kekayaan serta keindahan Indonesia melalui hasil karya kreatifnya. (OL-8)

Baca Juga

AFP/JACK GUEZ

Israel akan Izinkan Masuk Turis yang Sudah Divaksin Mulai November

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 10:35 WIB
Israel adalah negara pertama yang meluncurkan kampanye booster massal, dengan lebih dari 3,9 juta orang mendapatkan dosis ketiga sejak...
AFP/DALATI AND NOHRA

Mantan PM Libanon Ajukan Gugatan Terkait Penyelidikan Ledakan Beirut

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 09:16 WIB
Gugatan itu dilayangkan Diab setelah dirinya dituntut oleh hakim investigasi Tarek Bitar atas perannya dalam bencana...
AFP/ MAURO PIMENTEL

Rio de Janeiro Cabut Kewajiban Bermasker di Lokasi Outdoor

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 06:45 WIB
Kami akan mulai mengendurkan aturan mengenakan masker di luar ruangan. Hal ini layak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya