Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kapal selam nuklir milik Amerika Serikat rusak setelah menabrak objek tak dikenal saat beroperasi di bawah air di Asia.
“USS Connecticut, kapal selam serang cepat bertenaga nuklir, menabrak sebuah objek saat menyelam pada 2 Oktober sore hari, saat beroperasi di perairan internasional di kawasan Indo-Pasifik," kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan pada Kamis (8/10).
Dikabarkan tidak ada cedera yang mengancam jiwa, tetapi USNI News, sebuah situs yang khusus menyampaikan berita tentang angkatan laut, melaporkan sekitar belasan pelaut terluka dengan luka sedang hingga ringan.
USNI News juga mengatakan kapal selam itu beroperasi di Laut China Selatan, di mana Angkatan Laut AS telah berusaha untuk menantang klaim teritorial yang disengketakan Tiongkok di pulau-pulau kecil, terumbu karang dan singkapan.
Baca juga: Dengan Situasi di Laut China Selatan, Indonesia Butuh Tambah Kapal Selam
Angkatan Laut AS mengatakan tingkat kerusakan sedang diperiksa dan insiden itu tengah diselidiki.
“Kapal selam tetap dalam kondisi aman dan stabil. Pembangkit tenaga nuklir dan ruang angkasa USS Connecticut tidak terpengaruh dan tetap beroperasi penuh,” ujarnya.
USNI News mengatakan kapal itu sekarang menuju ke pangkalan AS di Guam. (France24/OL-5)
Kapal selam otonom ini secara fisik berukuran mini tanpa awak manusia, digerakkan motor penggerak listrik dengan sistem navigasi sementara ini memakai sinyal internet.
Sjafrie menjelaskan, uji tembak itu akan dilakukan di kawasan laut Surabaya yang berada di bawah wilayah Komando Armada (Koarmada) II.
Bangkai kapal selam USS F-1 yang tenggelam pada 1917 ditemukan di kedalaman 396 meter di Samudra Pasifik.
Trump sebelumnya menyampaikan telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam bertenaga nuklir sebagai tanggapan atas komentar Medvedev.
PT Hariff Dipa Persada, perusahaan teknologi pertahanan swasta nasional menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Naval Group,
Penandatanganan Letter of Intent ini merupakan bukti kepercayaan yang mendalam atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin antara Naval Group, PT PAL, dan TNI Angkatan Laut.
GANJAR Pranowo melontarkan gagasan Kesepakatan Sementara untuk menyelesaikan konflik Laut China Selatan. Hal itu disinggung Ganjar pada Debat Capres-Cawapres Ketiga
"Yang berikutnya bagaimana patroli bisa kita perkuat juga di wilayah Laut China Selatan," kata Ganjar.
Tiongkok pada Kamis (4/1) mengecam tindakan provokatif yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Filipina di Laut Cina Selatan
Penetapan landas kontinen merupakan tugas yang perlu segera dilaksanakan oleh pemangku kepentingan. Mulai dari ilmuwan kelautan, peneliti bidang maritim, serta pemerintah.
JEPANG dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyepakati perluasan hubungan di bidang keamanan dan ekonomi di tengah meningkatnya pengaruh Tiongkok.
Beijing menuduh AS secara sengaja telah mengacaukan LCS dan melanggar kedaulatan Beijing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved