Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN farmasi AS Pfizer memulai uji klinis untuk vaksin influenza yang dirancang dengan teknologi mRNA yang sama di balik keberhasilan suntikan covid-19.
Tujuannya untuk meningkatkan generasi vaksin flu saat ini yang memiliki kemanjuran 40-60% terhadap penyakit yang dapat menyebabkan hingga 650.000 kematian per tahun.
"Pandemi covid-19 memungkinkan kami untuk memberikan peluang ilmiah yang sangat besar dari mRNA," kata kepala penelitian vaksin di Pfizer Kathrin Jansen dalam sebuah pernyataan, Senin (27/9).
"Influenza tetap menjadi area di mana kami melihat kebutuhan akan vaksin yang dapat menghasilkan peningkatan kemanjuran pada musim tertentu, dan kami percaya mRNA adalah teknologi yang ideal untuk menghadapi tantangan ini,” imbuhnya.
Studi tahap awal akan merekrut lebih dari 600 warga Amerika berusia 65 hingga 85 tahun, menurut pernyataan perusahaan dan situs web pemerintah yang mencantumkan uji coba tersebut.
Secara khusus, Pfizer ingin membandingkan keamanan dan tingkat respons imun dari vaksin mRNA regangan tunggal, ganda, dan empat kali lipat pada tingkat dosis yang berbeda dibandingkan dengan vaksin regangan empat kali lipat konvensional yang berlisensi.
Vaksin flu musiman konvensional umumnya dibiakkan dengan menumbuhkan virus di dalam telur ayam atau sel mamalia. Virus-virus tersebut dinonaktifkan dan diproses untuk dijadikan vaksin.
Baca juga: Pfizer Mulai Uji Klinis Vaksin Flu mRNA
Prosesnya penuh dengan tantangan, termasuk memproduksi vaksin yang membangkitkan respons yang kuat dan mengikuti perubahan jenis virus. Para ahli harus memprediksi kecocokan terbaik untuk vaksin musim depan enam bulan lagi.
Janji teknologi asam mRNA (messenger ribonucleic) adalah bahwa mereka hanya membutuhkan urutan genetik virus, atau bagian tertentu darinya, memungkinkan produksi yang lebih cepat dan fleksibel.
Tubuh manusia membaca kode genetik dan menghasilkan sel mirip virus yang melatih sistem kekebalan untuk bersiap menghadapi hal yang sebenarnya.
Pfizer mulai mengerjakan vaksin influenza mRNA pada tahun 2018 dengan mitra Jermannya, BioNTech, yang akan menerima royalti setelah disetujui dan dikomersialkan.
Di masa depan, Pfizer berencana untuk mengeksplorasi obat mRNA terhadap virus pernapasan, kanker, dan penyakit genetik lainnya. Moderna juga sedang mengerjakan vaksin flu mRNA dan vaksin melawan virus pernapasan (RSV).(Straitstimes/OL-5)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Superflu merupakan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan signifikan kasus flu yang dipicu oleh strain tertentu.
Terkait perlindungan pada anak, IDAI merekomendasikan pemberian vaksin influenza dimulai sejak usia enam bulan.
Meningkatnya pemberitaan mengenai penyakit yang disebut sebagai super flu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait perlunya penggunaan obat antivirus untuk influenza.
Belakangan ini istilah Superflu yang menjadi sorotan di berbagai media massa dan media sosial.
Super flu itu label media. Secara ilmiah yang dibahas adalah H3N2 subclade K, laporan lembaga kesehatan menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa varian ini otomatis lebih mematikan
Pfizer dan Moderna sedang mengembangkan vaksin flu burung berbasis mRNA untuk menghadapi ancaman virus Flu Burung yang semakin meningkat.
Pfizer melaporkan penurunan laba yang tajam pada Selasa (1/8) karena pendapatan terkait covid-19 yang jauh lebih rendah akibat prospek penjualan setahun penuh yang dibatasi.
Pfizer mencapai kesepakatan untuk membeli perusahaan biotek Seagen senilai US$43 miliar atau sekitar Rp661 triliun untuk memerangi kanker.
Wiku berharap vaksin Pfizer yang sudah disebar ke berbagai daerah digunakan dengan baik. Supaya masyarakat semakin terlindungi dari penularan covid-19.
Mengingat, sejumlah vaksin covid-19 buatan dalam negeri, seperti Indovac, baru mendapatkan izin penggunaan darurat (UEA) untuk dosis reguler 1 dan 2.
Badan POM telah memberikan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization (EUA)) untuk Nirmatrelvir 150mg/Ritonavir 100mg Tablet Salut Selaput.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved