Rabu 08 September 2021, 13:18 WIB

Polisi Tangkap Wakil Ketua Kelompok Demokrasi Hong Kong

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Polisi Tangkap Wakil Ketua Kelompok Demokrasi Hong Kong

AFP
Demonstran pro demokrasi memenuhi jalan-jalan utama di Kota Hong Kong.

 

POLISI Hong Kong pada Rabu (8/9) menangkap wakil ketua kelompok pro-demokrasi yang menyelenggarakan aksi demonstrasi 4 Juni untuk memperingati korban tewas dalam penumpasan berdarah di Lapangan Tiananmen 1989.

Aktivis dan pengacara Chow Hang Tung dari Aliansi Hong Kong dalam mendukung Gerakan Demokratik Patriotik di Tiongkok, ditangkap di kantornya di kawasan pusat bisnis, menurut seorang saksi mata.

Baca juga: Setelah 20 Tahun, Dua Korban Serangan 11 September Teridentifikasi

Penangkapannya terjadi beberapa jam sebelum dia akan mewakili politisi oposisi yang ditahan Gwyneth Ho, yang didakwa dengan konspirasi untuk melakukan subversi di bawah undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing, pada sidang jaminan.

Polisi mengirim surat ke aliansi bulan lalu meminta informasi tentang keanggotaan, keuangan dan kegiatan pada 7 September, menurut salinan kelompok yang dikirim ke wartawan.

Surat itu menuduh aliansi tersebut sebagai agen pasukan asing. Kegagalan untuk memberikan informasi pada tenggat waktu dapat mengakibatkan denda sebesar HK$ 100.000 atau sekitar Rp 183 juta dan enam bulan penjara, kata surat itu.

Undang-undang keamanan nasional menghukum apa yang oleh pihak berwenang sebut sebagai pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing dengan ancaman hukuman penjara hingga seumur hidup.

Departemen Keamanan Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa malam bahwa sebuah organisasi telah secara terbuka menyatakan akan menolak untuk memberikan informasi. Namun mereka tidak menyebutkan nama grup.

"Polisi mengutuk keras tindakan seperti itu," katanya.

Penyiar lokal RTHK mengatakan polisi telah tiba di rumah dan kantor anggota aliansi kunci pada Rabu pagi untuk melakukan penangkapan setelah kelompok tersebut menolak untuk menyerahkan informasi yang diminta oleh unit keamanan nasional pasukan tersebut.

Polisi tidak segera menanggapi permintaan komentar. Pemimpin aliansi Albert Ho dan Lee Cheuk-yan sudah dipenjara karena peran mereka dalam protes anti-pemerintah yang mengguncang kota itu pada 2019.

Kelompok itu mengatakan pada bulan Juli bahwa mereka telah memberhentikan anggota staf untuk memastikan keselamatan mereka dan bahwa setengah dari anggota komite telah mengundurkan diri. (Straitstimes/OL-6)
 

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Israel Bebaskan Tahanan Palestina setelah Akhiri Mogok Makan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:10 WIB
Aksi mogok makan menjadi hal biasa di antara para tahanan Palestina dan telah membantu mengamankan banyak konsesi dari otoritas...
DOK BAKAMLA

Diprotes Tiongkok, Pengamat Sebut Pengeboran Migas di Natuna Tetap Dilanjutkan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 21:00 WIB
pemerintah membangun opini di dalam dan luar negeri, perihal kewajiban semua negara di dunia, untuk tidak menafsirkan hukum internasional...
AFP

AS Hingga UE Kecam Taliban Atas Pembunuhan Mantan Pasukan di Afghanistan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 19:54 WIB
Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus ketika pemerintah yang didukung AS di Kabul runtuh setelah pasukan Amerika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya