Selasa 07 September 2021, 09:46 WIB

Kuba, Negara Pertama yang Beri Vaksin Covid-19 Bagi Balita

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Kuba, Negara Pertama yang Beri Vaksin Covid-19 Bagi Balita

AFP/ADALBERTO ROQUE
Proses vaksinasi covid-19 pada anak usia 3 tahun di Kuba

 

KUBA menjadi negara pertama di dunia yang memberikan vaksin covid-19 pada anak-anak dari usia dua tahun menggunakan suntikan yang dikembangkan dalam negeri yang tidak diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pulau berpenduduk 11,2 juta orang itu bertujuan menginokulasi semua anak sebelum membuka kembali sekolah yang sebagian besar telah ditutup sejak Maret 2020.

Tahun ajaran baru dimulai pada Senin (6/9), melalui program televisi dari rumah, karena sebagian besar rumah di Kuba tidak memiliki akses internet.

Setelah menyelesaikan uji klinis pada anak di bawah umur dengan vaksin Abdala dan Soberana, Kuba memulai kampanye inokulasi untuk anak-anak pada Jumat (3/9) lalu, dimulai dengan mereka yang berusia 12 tahun ke atas.

Pada Senin, negara tersebut mulai mendistribusikan suntikan pada kelompok usia 2-11 tahun di provinsi tengah Cienfuegos. Beberapa negara lain di dunia memvaksinasi anak-anak dari usia 12 tahun dan beberapa melakukan uji coba pada anak-anak yang lebih muda.

Negara-negara seperti Tiongkok, Uni Emirat Arab dan Venezuela telah mengumumkan rencana untuk memvaksinasi anak-anak yang lebih muda, tetapi Kuba menjadi yang pertama melakukannya.

Cile, pada Senin (6/9), menyetujui vaksin Sinovac Tiongkok untuk anak-anak antara 6-12 tahun.

Baca juga: 60 Orang Kuba Dituntut Atas Aksi Protes terhadap Pemerintah

Vaksin Kuba, yang pertama kali dikembangkan di Amerika Latin, belum menjalani tinjauan sejawat ilmiah internasional.

Mereka didasarkan pada teknologi protein rekombinan, yang sama yang digunakan oleh Novavax Amerika Serikat dan Sanofi Prancis, juga menunggu persetujuan WHO.

Tidak seperti banyak suntikan lain yang digunakan, vaksin rekombinan tidak memerlukan pendinginan yang ekstrem.

Mayoritas sekolah di Kuba telah ditutup sejak Maret 2020, dibuka kembali selama beberapa minggu pada akhir tahun lalu sebelum ditutup lagi pada Januari.

Pemerintah telah mengumumkan sekolah akan dibuka kembali secara bertahap, pada bulan Oktober dan November, tetapi hanya setelah semua anak divaksinasi.

Badan PBB UNICEF menyerukan agar sekolah-sekolah di seluruh dunia dibuka kembali sesegera mungkin, karena dampak penutupan jangka panjang terlalu tinggi dan sulit untuk dibenarkan.

Kuba telah mengalami ledakan infeksi virus korona dalam beberapa bulan terakhir, memberikan tekanan pada sistem kesehatannya.

Dari 5.700 kematian akibat virus korona yang tercatat sejak wabah dimulai, hampir setengahnya terjadi pada bulan lalu saja, seperti halnya hampir sepertiga dari semua kasus yang dilaporkan.(Straitstimes/OL-5)

Baca Juga

AFP/STR

Imbas Kudeta di Sudan, AS Bekukan Dana Bantuan 

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 06:41 WIB
Dana tersebut, lanjut Price, diberikan AS sebagai paket ekonomi untuk membantu transisi demokrasi di Sudan setelah negara itu menggulingkan...
AFP/STR

Usai Kudeta, Warga Sudan Lakukan Aksi Protes Hingga Malam

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 06:18 WIB
Bentrokan meletus di ibu kota Khartoum setelah pidatonya, dengan Kementerian Informasi mengatakan bahwa tentara telah menembakkan peluru...
AFP/STR

Jenderal Sudan Lakukan Kudeta

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 04:40 WIB
"Untuk mengembalikan revolusi ke jalurnya, kami memutuskan untuk menyatakan negara dalam keadaan darurat, membubarkan komisi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya