Selasa 31 Agustus 2021, 23:55 WIB

Uber Kanada Usulkan Dana Tunjangan untuk Pengemudi dan Kurir

Mediaindonesia.com | Internasional
Uber Kanada Usulkan Dana Tunjangan untuk Pengemudi dan Kurir

canadafactcheck.ca
Ilustrasi

 

Uber mengusulkan pemetaan rencana flexible benefits atau dana tunjangan untuk pengemudi dan kurir makanan berbasis aplikasi di Kanada.

Melalui tulisan di blog perusahaan, Senin (30/8), Uber mengajukan proposal awal yang memaparkan rencana agar semua pemain industri berbasis aplikasi dapat berbagi data tentang jam kerja dan penghasilan pekerja sehingga pembayaran tunjangan akan diberikan secara proporsional.

Pekerja dapat menggunakan dana tersebut untuk berbagai tujuan, termasuk untuk dimasukkan ke dalam rencana pensiun atau untuk membayar tunjangan pendidikan dan kesehatan yang tidak tercakup oleh sistem perawatan kesehatan universal di Kanada.

Masih dalam keterangan tertulis di blog perusahaan, Uber mengatakan dana manfaat akan diaktifkan oleh pemerintah provinsi Kanada, tetapi dikelola oleh perusahaan.

Sebelumnya pada Maret lalu, Uber juga mengatakan melalui blog resminya bahwa reformasi di seluruh industri perlu dilakukan agar setiap perusahaan memiliki standar yang sama.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (31/8), Uber dalam sebuah pernyataan mengatakan pihaknya menyambut baik diskusi dengan pemain industri lainnya. Menurut perusahaan, dana manfaat adalah bagian dari usulan pemerintah Ontario baru-baru ini.

Aplikasi layanan pesan-antar lainnya di Kanada seperti DoorDash mengatakan perusahaan menyambut baik kepada pihak yang ingin memberikan tunjangan serta manfaat kepada pekerja sambil mempertahankan fleksibilitas, tetapi tidak secara langsung mengomentari rencana Uber. Sementara Lyft, Grubhub, dan Just Eat Takeaway belum menanggapi lebih lanjut.

Uber mengatakan mereka telah mengadvokasi dana tunjangan di berbagai tempat, namun hal tersebut bergantung pada perbedaan pendekatan di setiap negara, seperti perbedaan undang-undang perburuhan, jaring pengaman sosial, dan budaya.

Perusahaan aplikasi pesan-antar telah lama dikritik karena minim penawaran tunjangan serta manfaat lain untuk pengemudi dan kurir yang tidak terikat kontrak.

Serikat pekerja, anggota parlemen, dan pemerintahan Joe Biden telah mengatakan pengemudi dan kurir harus diklasifikasi ulang statusnya sebagai karyawan.

Beberapa perusahaan juga pernah menghadapi beberapa tuntutan hukum di Kanada dan Amerika Serikat yang atas tuduhan kesalahan klasifikasi pekerja. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Ketika Pengendara Mobil Israel Tersesat di Wilayah Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:34 WIB
Polisi mengidentifikasi salah satu orang Israel sebagai penduduk permukiman Shiloh di Tepi Barat. Satu lagi tinggal di kota Elad yang...
AFP/Rodger Bosch.

Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 tidak Kebal Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:58 WIB
Tren ini juga terlihat pada model yang memproyeksikan kasus-kasus tersebut terhadap populasi secara...
AFP/Punit Paranjpe.

India Umumkan Dua Kasus Pertama Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:47 WIB
Kota terbesar di negara itu Mumbai pada Rabu memberlakukan karantina tujuh hari wajib untuk semua penumpang yang datang dari negara-negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya