Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
COSTS of War Project dari Watson Institute of International and Public Affairs di Brown University menunjukkan bahwa AS menghabiskan $2,26 triliun untuk perang di Afghanistan sejak 2001 hingga tahun fiskal yang berakhir pada September.
Itu adalah anggaran yang dihabiskan oleh Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri bersama dengan perkiraan bunga pinjaman perang dan perawatan untuk veteran AS.
Baca juga: Cerita Pengungsi Afghanistan di Turki
Laporan itu juga mengatakan 241.000 nyawa hilang sebagai akibat langsung dari perang.
Secara keseluruhan, 2.448 warga sipil militer dan Departemen Pertahanan AS tewas dalam konflik tersebut, serta 1.144 tentara sekutu. Laporan tersebut memperkirakan bahwa hingga 69.000 personel pasukan keamanan Afghanistan tewas, bersama dengan 72 wartawan dan 444 pekerja bantuan kemanusiaan.
Selain itu, para penulis mencatat bahwa jumlah kematian tidak termasuk kematian yang disebabkan oleh penyakit, hilangnya akses ke makanan, air, infrastruktur atau akibat tidak langsung lainnya dari perang. (AA/OL-6)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Amerika Serikat mewajibkan calon tentara setidaknya memiliki kartu izin tinggal permanen (Green Card) atau telah menjadi warga negara AS (US Citizen).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Andini merupakan perempuan kelahiran Indonesia yang memutuskan untuk meniti karier di Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved