Kamis 22 Juli 2021, 10:59 WIB

Negara Bagian Australia, Victoria, Laporkan Peningkatan Kasus Covid-19

Basuki Eka Purnama | Internasional
Negara Bagian Australia, Victoria, Laporkan Peningkatan Kasus Covid-19

AFP/Brenton Edwards
Tenaga kesehatan mengambil sampel covid-19 dari warga yang menunggu di mobil mereka di Victoria Park, Adelaide, Australia.

 

NEGARA Bagian Victoria, Australia, Kamis (22/7), melaporkan sedikit peningkatan kasus covid-19 yang terjadi secara lokal setelah hampir satu minggu penguncian ketat yang diberlakukan untuk menahan penyebaran covid-19 varian Delta yang lebih menular.

Sebanyak 26 kasus lokal baru dilaporkan, naik dari 22 kasus pada hari sebelumnya, menjadikan total kasus di negara bagian itu menjadi hampir 130.

Semua infeksi baru terkait wabah saat ini dan 24 kasus covid-19 berada di karantina sepanjang seluruh periode infeksi mereka.

Baca juga: Warga Yunani Protes Kewajiban Vaksin Covid-19 Bagi Nakes

Lebih dari setengah dari 25 juta penduduk Australia, termasuk kota terbesar di negara itu, Sydney, dan negara bagian Victoria dan Australia Selatan, dikunci, dengan penduduk dibatasi di rumah mereka kecuali untuk alasan mendesak.

Sydney, kota yang terkena dampak terburuk, berada dalam penguncian selama lima minggu hingga 30 Juli.

Hampir setengah dari semua kasus baru di Sydney, yang tercatat sehari sebelumnya dengan varian Delta menyebar di masyarakat, terutama di pinggiran barat daya kota.

Kasus baru covid-19 di Sydney memicu kekhawatiran akan peningkatan infeksi yang signifikan.

Australia Selatan, sementara itu, bersiap menghadapi lebih banyak kasus baru covid-19 ketika para pejabat melacak dua rantai penularan yaitu di sebuah kilang anggur dan sebuah restoran Yunani di ibu kota negara bagian Adelaide.

Lima dari enam kasus yang dilaporkan pada Rabu (21/7) malam terkait dengan kilang anggur.

Dengan sebagian besar bisnis ditutup di dua kota terbesar di negara itu, ekonomi Australia menerima pukulan besar dari penguncian terbaru.

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg, Kamis (22/7), mengatakan dia memperkirakan penguncian dapat merugikan ekonomi nasional sekitar A$300 juta atau Rp3,1 triliun per hari.

"Ini akan berdampak pada ekonomi. Kita akan melihat itu di data pekerjaan di masa depan serta angka pertumbuhan PDB," kata Frydenberg. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Luis Acosta

Uni Emirat Arab Mulai Berikan Vaksin untuk Anak Usia 3 Hingga 17 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 20:05 WIB
Uni Emirat Arab (UAE) akan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 buatan Sinopharm, Tiongkok, pada anak-anak usia 3 hingga 17...
taiwannews.com.tw

Penyanyi Hong Kong Anthony Wong Dituduh Tindak Pidana Korupsi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 19:25 WIB
Lembaga anti korupsi Hong Kong pada Senin (2/8) menuduh penyanyi dan aktivis pro-demokrasi terkenal, Anthony Wong, dengan "tindak...
AFP

India Laporkan 40.134 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 19:00 WIB
India melaporkan 40.134 kasus baru infeksi virus korona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir, kata pernyataan pemerintah negara itu, Senin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya