Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Energi Atom Internasional (IAEA), Kamis (20/5), mengatakan pihaknya dan Iran sedang bekerja untuk memperpanjang perjanjian pemantauan mereka untuk menjaga negosiasi nuklir dengan kekuatan dunia dan Teheran tetap berada di jalurnya.
"Badan Energi Atom Internasional dan Iran sekarang sedang dalam konsultasi," kata pengawas PBB yang berbasis di Wina itu dalam pernyataan yang dikirim ke AFP.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengumumkan, 21 Februari lalu, bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan teknis selama tiga bulan untuk terus melakukan pengawasan dan verifikasi yang diperlukan. Itu mencakup inspeksi badan tersebut terhadap fasilitas nuklir Iran.
Baca juga: Di PBB, Palestina dan Israel Saling Tuding
Kesepakatan itu akan segera habis dan negara-negara Eropa yang terlibat dalam negosiasi di Wina telah menyerukan agar kesepakatan itu dilanjutkan.
Inggris, Prancis, dan Jerman mengatakan akses untuk IAEA jelas merupakan kunci untuk membantu memastikan kesepakatan nuklir secara keseluruhan dengan Iran dipulihkan.
Uni Eropa telah berbicara tentang harapan negosiasi, yang juga melibatkan Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS), dapat berhasil.
Negosiasi tidak langsung antara Washington dan Teheran telah berlangsung di ibu kota Austria sejak awal April, dengan lima negara lain yang menandatangani kesepakatan itu bertindak sebagai perantara. Para pihak akan bertemu lagi di ibu kota Austria, awal pekan depan.
Iran mengatakan pembicaraan itu bergerak ke arah yang benar.
Sementara, seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa nama, juga optimistis dengan mengatakan putaran terakhir pembicaraan positif dan nampak ada kemajuan yang berarti.
"Namun, perbedaan penting tetap ada, yang masih perlu diatasi," tambah pejabat itu. (AFP/OL-1)
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved