Kamis 06 Mei 2021, 21:38 WIB

Saksi Gambarkan Ngerinya Kecelakaan Kereta Api Metro di Meksiko

Mediaindonesia.com | Internasional
Saksi Gambarkan Ngerinya Kecelakaan Kereta Api Metro di Meksiko

aljazeera.com
Kecelakaan kereta api di Meksiko.

 

Beatriz Ramon dan adik laki-lakinya, Oscar, mendengar ledakan dahsyat dan melihat lampu tiba-tiba padam saat mereka meninggalkan toko kelontong di Mexico City tenggara sebelum pukul 22:30 pada Senin (3/5) malam, tepat di seberang jalan dari jalur kereta api Metro. Mereka mengira trafo telah meledak.

Baca juga : Kendalikan Mudik, Bandara El Tari Hanya Beroperasi 6 Jam

Tapi ketika listrik kembali nyala beberapa menit kemudian, Ramon melihat asap putih mengepul dari kereta api metro, dan dua gerbong berwarna oranye terjun membentuk huruf V, di antara rel tinggi, yang roboh menjadi dua.

Kereta api metro itu jatuh ke jalanan yang berada di bawah jalur kereta metro, dan menewaskan 25 orang.

Kejadian itu adalah kecelakaan metro paling mematikan di ibu kota dalam beberapa dekade.

Ramon, yang adalah dokter gigi berusia 30 tahun, dan Oscar berlari ke tempat kejadian untuk menawarkan bantuan sambil berusaha menjaga jarak jika jembatan layang yang rusak semakin runtuh. Jalan raya yang biasanya sibuk itu sunyi. "Saya pikir saya akan mendengar teriakan orang-orang di dalam, tapi justru sebaliknya, hening," kata Ramon.

Para warga yang menyaksikan kecelakaan itu menyangga tangga di atas tumpukan puing, dan Ramon segera melihat seorang pria muncul dari salah satu gerbong. "Pertama, itu adalah bayangan. Ketika kami akhirnya bisa melihat dengan baik, kami semua berteriak, 'ada seseorang yang turun!'"

Pria itu melompat dan mendarat di atas puing-puing, dengan kondisi bingung.

Dua orang lainnya mengikuti, termasuk seorang pria berusia 20-an tahun yang tampak syok, berlumuran darah dan mengeluh bahwa tubuhnya sakit.

Ramon tidak menemukan ada sesuatu yang cedera pada pria tersebut, dan menyadari darah itu ternyata berasal dari orang lain.

Korban keempat adalah seorang pria yang kehilangan satu tangan dan mengalami pendarahan hebat.

Besarnya bencana mulai meresap ke diri Ramon saat menyaksikan sekitar 20 korban dibawa dengan tandu.

Kerabat mulai berdatangan, mencari orang yang mereka cintai dan mereka khawatir bahwa anggota keluarganya berada di kereta metro itu.

Ramon bertanya-tanya siapa yang harus disalahkan. "Apakah itu korupsi? Apakah ini impunitas ?," dia bertanya-tanya.

Sejak peresmian kereta metro pada tahun 2012, Ramon mengatakan bahwa dia melihat jalur tersebut sebagai berkah untuk membantu masyarakat sekitar menjangkau sekolah, pekerjaan, dan keluarga yang berjauhan dengan menempatkan wilayahnya yang jauh di Tlahuac di jaringan transit ibu kota yang luas.

Dan ketika beberapa orang khawatir rel yang ditinggikan akan runtuh karena beban kereta besar, Ramon mencoba meyakinkan bahwa rel kereta yang dibangun oleh para insinyur berpengalaman tidak akan jatuh. "Saya mendorong banyak orang untuk menggunakannya, terutama nenek dan ibu kami yang takut dengan ketinggian," kenangnya.

Ia mengatakan bahwa dia secara pribadi merasakan kegagalan. "Ini menyakitkan, sangat menyakitkan," katanya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Peter PARKS / AFP

Polisi Hong Kong Tangkap Kolumnis Surat Kabar Apple Daily

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:49 WIB
Polisi Hong Kong mengatakan, seorang pria berusia 55 tahun ditangkap karena dituduh berkolusi dengan pasukan asing untuk membahayakan...
AFP/ Alberto PIZZOLI

PM Italia Ganti Vaksin di Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:28 WIB
Rekomendasi bagi mereka yang telah menerima satu dosis vaksin AstraZeneca untuk mengubah vaksin di dosis kedua memicu perdebnatan di Italia...
AFP

Junta Myanmar Berterima Kasih Atas Dukungan Rusia

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:15 WIB
KEPALA junta Myanmar berterima kasih kepada Rusia yang mendukung dalam pasokan senjata sehingga tentara Myanmar menjadi salah satu terkuat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya