Kamis 06 Mei 2021, 10:48 WIB

AS Dukung Pembebasan Hak Paten pada Vaksin Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS Dukung Pembebasan Hak Paten pada Vaksin Covid-19

Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Seorang pria paruh baya melaksanakan vaksinasi covid-19 di Ripken Baseball , Aberdeen, Maryland, Amerika Serikat, Rabu (5/5/2021)

 

AMERIKA Serikat menyatakan dukungannya untuk mengabaikan paten pada vaksin covid-19 guna meningkatkan produksi dan distribusinya di seluruh dunia. Pengabaian tidak akan segera diimplementasikan karena harus disetujui oleh konsensus di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tetapi keputusan pemerintahan Biden untuk mendukung pengabaian akan memiliki pengaruh yang kuat pada hasil keputusan itu.

"Ini adalah krisis kesehatan global," kata perwakilan perdagangan AS Katherine Tai dalam sebuah pernyataan tertulis.

"Keadaan luar biasa dari pandemi covid-19 membutuhkan tindakan luar biasa," lanjutnya.

"Pemerintah sangat percaya pada perlindungan kekayaan intelektual, tetapi dalam layanan untuk mengakhiri pandemi ini, mendukung pengabaian perlindungan tersebut untuk vaksin covid-19. Kami akan secara aktif berpartisipasi dalam negosiasi berbasis teks di WTO yang diperlukan untuk mewujudkannya," lanjutnya.

Pengumuman tersebut dengan cepat disambut baik oleh Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai contoh yang kuat dari kepemimpinan AS untuk mengatasi tantangan kesehatan global.

"Saya memuji AS atas keputusan bersejarah untuk ekuitas vaksin ini, dengan memprioritaskan kesejahteraan semua orang di mana pun pada saat kritis," kata Tedros.

"Sekarang mari kita semua bergerak bersama dengan cepat, dalam solidaritas, membangun kecerdikan dan komitmen para ilmuwan yang menghasilkan vaksin covid-19 yang menyelamatkan jiwa," imbuhnya.

Keputusan ini diumumkan dalam pertemuan WTO yang berlangsung selama dua hari. India dan Afrika Selatan telah mendukung proposal pengabaian sejak Oktober, dengan dukungan dari sekitar 100 negara berkembang, tetapi negara-negara kaya telah memblokir perdebatan tentang masalah tersebut di dewan WTO's Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (Trips).

Masih ada penolakan terhadap pengabaian paten di Uni Eropa dan Swiss. Pertemuan para menteri luar negeri G7 di London gagal menyepakati posisi bersama tentang masalah tersebut. Sebuah rencana aksi G7 menyerukan pendanaan yang lebih besar untuk skema distribusi yang dikelola PBB, Covax, dan untuk lisensi sukarela serta perjanjian transfer teknologi.

Para penentang pengabaian hak paten berargumen bahwa itu bukan hambatan utama pada produksi dan distribusi, serta persetujuannya dapat berdampak buruk pada insentif bagi perusahaan farmasi untuk memproduksi vaksin cepat di masa depan. Para pendukung berpendapat ini adalah langkah penting menuju kesetaraan yang lebih besar dalam distribusi vaksin dan ujian kepemimpinan AS di bawah Joe Biden.

baca juga: Vaksin Covid-19

Saat ini, satu dari empat orang di negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Di negara berpenghasilan rendah, rasionya sekitar satu dari 500 orang.

"Penerapan pembebasan ini sangat penting untuk menyebarkan teknologi vaksin ke negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah, sehingga semua orang di seluruh dunia bisa mendapatkan akses ke vaksin dan pengobatan, secepat mungkin," kata direktur eksekutif dari Amnesty International USA Paul O'Brien.

"Dengan membalik posisi pemerintahan sebelumnya, Presiden Biden telah menjelaskan bahwa AS memprioritaskan nyawa orang daripada keuntungan perusahaan farmasi," tandasnya. (The Guardian/OL-3)

 

 

Baca Juga

AFP/Hazem Bader.

Israel Hancurkan Delapan Bangunan Milik Rakyat Palestina di Selatan Hebron

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 Juni 2021, 21:35 WIB
Lebih mudah memberikan izin bangunan ke lebih dari 700.000 pemukim Yahudi Israel di Hebron yang tetap tidak dapat diakses oleh orang...
 JUSTIN TALLIS / AFP

Israel Kirim 1 Juta Dosis Pfizer yang Segera Kadaluarsa ke Palestina

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 18 Juni 2021, 20:54 WIB
Kesepakatan vaksin adalah salah satu langkah kebijakan awal terhadap Palestina oleh Bennett sejak dia dilantik pada Minggu (13/6),...
Freepic.com

Aplikasi Tiongkok Dipaksa untuk Lindungi Data Sensitif AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 Juni 2021, 20:00 WIB
Perintah eksekutif Presiden AS Joe Biden yang bertujuan untuk melindungi data sensitif Amerika Serikat akan memaksa beberapa aplikasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Haru Biru King Christian

Di timnas Denmark, sosok berjuluk ‘King Christian’ telah menjadi sosok kunci sejak penampilan pertamanya pada 2010, membuat 109 penampilan dan mencetak 36 gol.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya