Rabu 05 Mei 2021, 10:11 WIB

Mantan Menkes Brasil Akui Bolsonaro Remehkan Covid-19

Basuki Eka Purnama | Internasional
Mantan Menkes Brasil Akui Bolsonaro Remehkan Covid-19

AFP/EVARISTO SA
Presiden Brasil Jair Bolsonaro

 

MANTAN Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta, Selasa (4/5), di hadapan Senat mengungkapkan bahwa Presiden Jair Bolsonaro berulang kali mengabaikan peringatan bahwa penangannya terhadap pandemi bisa menyebabkan sistem kesehatan negara Amerika Selatan itu kewalahan.

Mandetta, yang mengundurkan diri pada April 2020 karena berselisih soal penangan covid-19 dengan Bolsonaro, dengan tegas mengkritik mantan atasannya itu dalam kesaksikan di komisi Senat yang menyelidiki dugaan mismanajemen di pemerintah Brasil dengan mengabaikan masukkan pakar mengena covid-19 serta gagal memasok vaksin dan peralatan medis yang memadai.

Kesaksian Mandetta merupakan yang pertama dalam penyelidikan yang dibuka pada pekan lalu dan berpeluang memukul harapan Bolsonaro untuk terpilih kembali di Brasil yang mengalami 400 ribu kematian akibat covid-19.

Baca juga: Pemerintah India Didesak Berlakukan Lockdown Nasional

"Kami dengan tegas meminta presiden untuk mengubah sikapnya. Kami mengatakan sistem kesehatan Brasil akan runtuh jika covid-19 dibiarkan merajalela," ujar Mandetta.

"Namun, dia tidak peduli," lanjut dokter berusia 56 tahun itu.

Bolsonaro dikecam karena meremehkan covid-19 dan menyebut penyakit itu hanya sekadar flu. Dia juga mengabaikan masukkan pakar untuk mewajibkan warga mengenakan masker, melarang kerumunan, tidak mau divaksin, dan mempromosikan obat-obatan seperti hydroxychloroquine yang telah terbukti tidak efektif memerangi virus korona.

Selama pandemi, sudah ada empat menteri kesehatan di Brasil.

Mandetta, yang pertama, memimpin tanggapan Brasil di awal pandemi namun berulang kali berselisih dengan Bolsonaro yang mengabaikan masukkan dari para pakar.

Bolsonaro mengatakan pengaruh kebijakan lockdown untuk mengatasi pandemi akan menghantam perekonomian Brasil.

Mandetta mengatakan dirinya dan timnya telah menyiapkan tiga skenario ketika kasus pertama covid-19 ditemukan di Brasil pada Februari 2020.

Skenario itu terdiri dari yang terbaik dengan covid-19 hanya menyebabkan 30 ribu sampai 40 ribu kematian pada akhir tahun hingga yang terparah, menyebabkan 180 ribu kematian.

Pada 31 Desember, jumlah korban tewas akibat covid-19 di Brasil adalah 194 ribu.

"Brasil seharusnya bisa melakukan lebih baik lagi," ujar Madetta.

Seluruh menteri kesehatan Bolsonaro dijadwalkan bersaksi di kandang Senat. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

ANTARA

Suasana Hari H Lebaran di Kuala Lumpur

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 21:55 WIB
Tidak semua warga di Malaysia bisa melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah termasuk Warga Negara Indonesia...
Antara

Banyak Kapal Tiongkok Kembali ke Perairan Filipina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 13 Mei 2021, 19:10 WIB
Sebagian kapal Tiongkok terpantau di perairan barat Filipina, lalu ada juga yang mendekati pulau buatan Tiongkok dan mendekati pulau milik...
AFP

India Kembali Laporkan Lebih dari 4.000 Kematian Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 13 Mei 2021, 15:50 WIB
Menurut data kementerian kesehatan, India memiliki 362.727 infeksi covid-19 baru selama 24 jam terakhir, sementara kematian naik 4.120...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya