Rabu 05 Mei 2021, 07:28 WIB

Badan Pengawas Facebook akan Putuskan Nasib Trump

Basuki Eka Purnama | Internasional
Badan Pengawas Facebook akan Putuskan Nasib Trump

AFP/Olivier DOULIERY
Foto ilustrasi yang menampilkan ponsel dengan logo Facebook dengan latar belakang gambar mantan Presiden AS Donald Trump.

 

BADAN pengawas independen Facebook, Selasa (4/5) waktu setempat, akan mengambil keputusan bersejarah mengenai nasib akun milik mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dibekukan.

Keputusan itu dipandang penting karena memicu perdebatan mengenai peran media sosial dalam upaya mengatasi pesan kebencian sembari mengizinkan perdebatan politik.

Keputusan mengenai nasib akun Trump akan diambil pada Rabu (5/5) 20.00 WIB itu akan menjadi momen penting bagi apa yang disebut 'Mahkamah Agung' Facebook yang dibentuk Mark Zuckerberg untuk memutuskan hal penting di jejaring sosial itu.

Baca juga: Menlu AS Harap Korut Terlibat Secara Diplomatik Soal Denuklirisasi

Badan pengawas, yang keputusannya mengikat dan tidak bisa diganggu gugat, akan memutuskan apakah akan melanjutkan pembekuan akun Trump atau mengizinkan akun mantan Presiden AS itu kembali aktif.

"Ini adalah keputusan besar. Keputusan ini akan menarik perhatian banyak orang," ujar Daniel Kreiss, dosen Universitas North Carolina yang mengkhususkan diri pada bidang politik dan media sosial.

"Keputusan ini penting karena preseden global yang akan ditetapkannya. Jika mereka menolak mengaktifkan kembali akun Trump, saya rasa, itu akan membuat meningkatnya penindakan bagi akun-akun serupa di berbagai penjuru dunia," lanjutnya.

Panel pengawas yang terdiri dari pakar kebijakan, wartawan, dan berbagai pihak dari berbagai penjuru dunia akan membuat keputusan terpenting mereka ketika media sosial kesulitan untuk membuka diri bagi perdebatan politik sembari menyaring ujaran kebencian, hoaks, dan pernyataan kasar.

Trump dibekukan dari Facebook setelah mengunggah video yang menampilkan aksi penyerangan ke Gedung Capitol, 6 Januari lalu, saat para pendukungnya meneriakkan, "Kami mencintaimu, kamu sangat spesial."

Miliarder itu dibekukan secara permanan dari Facebook, sehari kemudian disusul di Twitter dan Youtube.

Sejumlah pengamat menyebut Facebook dan media sosial seharusnya menindak Trump lebih cepat setelah bertahun-tahun memberikan pengecualian kepadanya dengan alasan dia adalah pemimpin politik.

"Seharusnya keputusan terhadap Trump terjadi lebih cepat," ujar Samuel Woolley, pakar propaganda daring dari Universitas Texas. "Dia menggunakan Facebook dan media sosial lainnya untuk secara aktif menyebarkan misinformasi mengenai pemilu yang pada akhirnya mencoreng demokrasi AS." (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP/Daniel Leal.

WHO belum Terima Laporan Kematian akibat Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:19 WIB
Meskipun semakin banyak negara yang melaporkan infeksi dengan varian baru, belum ada kematian yang dilaporkan ke badan kesehatan...
AFP/Jonathan Nackstrand.

Gereja Swedia Selidiki Tindakan Apartheid oleh Israel di Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:30 WIB
Dewan telah diinstruksikan untuk mengangkat isu pengawasan pelaksanaan hukum internasional di Israel dan Palestina juga dari perspektif...
AFP/Mohd Rasfan

WHO Peringati Asia-Pasifik Bersiap Hadapi Lonjakan Infeksi Covid-19 Varian Omicron 

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 16:57 WIB
Varian tersebut telah dilaporkan di belasan negara dan mulai memasuki Asia minggu ini, dengan kasus dilaporkan dari Australia, Jepang,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya