Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria bersenjata menembak mati seorang pria dan melukai seorang perempuan di luar sebuah rumag sakit di Paris, Senin (12/4), sebelum melarikan diri menggunakan skuter.
Polisi tidak menganggap insiden itu sebagai serangan teror setelah saksi mata menyebut pelaku mengincar kedua korbannya.
"Tampaknya ini adalah eksekusi ala mafia, seperti di film-film," ujar Arnaud, pemilik kafe yang berada di seberang rumah sakit.
Baca juga: Kemenlu Iran Sebut Israel Pelaku Serangan di Pusat Nuklirnya
Pelaku melepaskan sejumlah tembakan di depan Rumah Sakit Geriatri Henry Dunant yang berada di Distrik 16, Paris.
"Satu orang tewas sementara seorang lainnya luka serius," ujar sumber dari pemadam kebakaran.
"Tampaknya ini adalah aksi balas dendam," timpal sumber lainnya.
Sumber lainnya mengatakan korban tewas dalam insiden itu adalah seorang pria kelahiran 1987 yang terkenal sebagai seorang pembunuh, pengedar narkoba, dan aksi kejahatan lainnya.
Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum yang pria meninggal karena luka-lukanya.
Korban perempuan diidentifikasi sebagai penjaga keamanan rumah sakit. Jaksa menyebut kondisinya kritis.
Jaksa Prancis menyebut kasus itu diperlakukan sebagai aksi pembunuhan dan percobaan pembunuhan. (AFP/OL-1)
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved