Senin 12 April 2021, 04:30 WIB

Uni Eropa Tuding Rusia dan Tiongkok Hambat PBB Atas Kudeta Myanma

Mediaindonesia.com | Internasional
 Uni Eropa Tuding Rusia dan Tiongkok Hambat PBB Atas Kudeta Myanma

dw.com
Ilustrasi demonstrasi di Myanmar.

 

Diplomat utama Uni Eropa (EU) menyebut Rusia dan Tiongkok menghambat tanggapan internasional terhadap kudeta militer Myanmar, dan bahwa EU dapat menawarkan lebih banyak insentif ekonomi jika demokrasi kembali di Myanmar.

"Tidak mengherankan jika Rusia dan Tiongkok menghalangi upaya Dewan Keamanan PBB, misalnya untuk memberlakukan embargo senjata," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri EU Josep Borrell dalam sebuah unggahan blog, Minggu (11/4).

"Persaingan geopolitik di Myanmar akan membuat sangat sulit untuk menemukan pemahaman bersama. Tetapi kita punya kewajiban untuk mencobanya," kata Borrell, yang berbicara atas nama 27 negara anggota EU.

Borrell mengatakan pasukan keamanan Myanmar telah menewaskan lebih dari 550 pengunjuk rasa tak bersenjata, termasuk di antaranya 46 anak-anak, dalam tindakan keras berdarah sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada kudeta 1 Februari.

"Dunia menyaksikan dengan ngeri, karena tentara menggunakan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri," kata dia.

Tiongkok dan Rusia sama-sama memiliki hubungan dengan angkatan bersenjata Myanmar, masing-masing sebagai pemasok senjata terbesar pertama dan kedua ke negara itu.

Dewan Keamanan PBB pekan lalu menyerukan pembebasan Suu Kyi dan tokoh demokratis lainnya yang ditahan oleh militer, tetapi tidak mengutuk kudeta tersebut.

EU sedang menyiapkan sanksi baru bagi individu dan perusahaan milik militer Myanmar. Blok itu telah menyetujui serangkaian sanksi pertama terhadap 11 orang yang terkait dengan kudeta, termasuk panglima militer.

Sementara pengaruh ekonomi EU di negara itu relatif kecil, Borrell mengatakan EU dapat menawarkan untuk meningkatkan hubungan ekonominya dengan Myanmar jika demokrasi dipulihkan. Insentif itu bisa mencakup lebih banyak perdagangan dan investasi dalam pembangunan berkelanjutan, tutur dia.

Investasi langsung asing EU di Myanmar berjumlah US$700 juta (sekitar Rp10,2 triliun) pada 2019, dibandingkan dengan US$19 miliar (sekitar Rp277,7 triliun) investasi dari Tiongkok.

Militer mengatakan kudeta dilakukan karena pemilu November tahun lalu, yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi, curang. Komisi pemilu Myanmar telah menolak tuduhan tersebut. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Juni Kriswanto / AFP

Sidang DK PBB Soal Palestina-Israel Berakhir Tanpa Hasil

👤Mediaindonesia 🕔Senin 17 Mei 2021, 20:40 WIB
Pertemuan virtual pada Minggu (16/5) yang diikuti oleh pejabat Israel dan Palestina itu diinisiasi oleh China, Norwegia, dan...
Metro TV/Prasetyo Prayogo

Kerja Sama Antar-Parlemen Dorong Hubungan Indonesia-Uzbekistan

👤Prasetyo Prayogo 🕔Senin 17 Mei 2021, 20:16 WIB
Menurut Gobel, kunjungan itu terjadi karena latar belakang dari penduduk Indonesia dan Uzbekistan yang mayoritas...
Ilustrasi

AS Rilis Laporan Kebebasan Beragama Internasional 2020

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:30 WIB
AS berkomitmen untuk membela kebebasan beragama dan berkeyakinan, sejak berabad-abad lalu dan berlanjut sampai hari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya