Rabu 07 April 2021, 19:15 WIB

WHO: Vaksin AstraZeneca Lebih Besar Manfaatnya Ketimbang Risiko

Mediaindonesia.com | Internasional
WHO: Vaksin AstraZeneca Lebih Besar Manfaatnya Ketimbang Risiko

dw.com
Ilustrasi

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berharap tidak akan ada alasan untuk mengubah penilaiannya bahwa manfaat vaksin COVID-19 AstraZeneca lebih besar ketimbang risikonya, kata direktur urusan peraturan WHO, Rogerio Gaspar, Selasa (6/4).

WHO sedang mempelajari secara cermat data terkini mengenai vaksin AstraZeneca, sehubungan dengan laporan kasus pembekuan darah di kalangan penerima vaksin AstraZeneca, kata gaspar.

Pejabat senior Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menyebutkan terdapat "kaitan" yang jelas antara vaksin COVID -19 AstraZeneca dan kasus pembekuan darah di otak yang sangat langka, meski penyebab langsung pembekuan itu masih belum diketahui.

EMA melalui pernyataan, usai kepala tim evaluasi vaksin Marco Cavaleri berkomentar, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan tinjauan vaksin dan berharap dapat mengumumkan temuan mereka pada Rabu atau Kamis.

Gaspar menuturkan WHO berharap dapat memperoleh penilaian baru pada Rabu atau Kamis, setelah pertemuan kelompok penasihat keamanan vaksin mereka, tetapi tidak yakin akan ada alasan untuk mengubah rekomendasinya bahwa manfaat vaksin COVID AstraZeneca lebih besar ketimbang risikonya.

"Apa yang dapat kami katakan adalah penilaian yang kami dapat saat ini - dan yang sedang dipertimbangkan oleh para ahli - bahwa penilaian antara manfaat dan risiko vaksin itu sebagian besar masih positif," katanya saat konferensi pers di Jenewa.

"Kami terus melihat sejumlah insiden, yang menjadi peristiwa langka yang menghubungkan trombositopenia dengan kasus tromboemboli dan peristiwa-peristiwa itu kini masuk ke dalam kategori perihal diagnostik, perihal populasi, perihal distribusi dalam populasi," katanya.

Menurut Gaspar, WHO kini sedang berkomunikasi dengan berbagai komite pakar kawasan dan nasional yang akan memutuskan status regulasi vaksin tersebut.

"Untuk saat ini belum ada bukti bahwa penilaian manfaat-risiko untuk vaksin (AstraZeneca) perlu diubah," katanya.

Trombositopenia adalah kondisi saat jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal. Trombosit berperan untuk menghentikan perdarahan saat terjadi luka atau kerusakan di pembuluh darah. Sementara tromboemboli adalah keadaan ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah jauh di dalam tubuh. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Kasus Covid-19 Melonjak, Turki Berlakukan Lockdown Sebagian

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 14 April 2021, 13:23 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan pengetatan pembatasan untuk mengekang peningkatan kasus Covid-19 selama dua minggu...
AFP/AL AS.

Pemerintah AS akan Lanjutkan Penjualan Senjata ke UEA

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 14 April 2021, 13:22 WIB
Sebelumnya, Pemerintah AS menghentikan sementara kesepakatan yang disetujui oleh mantan Presiden Donald Trump untuk...
AFP/Ozan KOSE

Selama Ramadan, Turki Perketat Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 14 April 2021, 11:43 WIB
Penambahan 59.187 kasus baru dan 273 kematian yang dilaporkan pada Selasa (13/4) merupakan yang tertinggi sejak pandemi mencapai Turki,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya