Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Rusia, Selasa (6/4), menahan pendukung Alexei Navalny di luar koloni tempat tokoh oposisi itu ditahan di luar Moskow setelah mereka ditolak bertemu dengan Navalny, yang tengah melakukan aksi mogok makan.
Di antara mereka yang ditahan adalah Anastasia Vasilyeva, dokter pribadi Navalny dan kepala Aliansi Dokter Rusia.
Kuasa hukum Vasilyeva mengatakan kliennya telah kembali ke Moskow meski tidak diketahui apakah dia akan didakwa atau tidak.
Baca juga: Ukraina Desak NATO Percepat Proses Keanggotaan Mereka
Polisi di Vladimir, tempat koloni penjara tempat Navalny ditahan, mengatakan sebanyak sembilan orang ditangkap karena melanggar ketertiban.
Mereka menambahkan sebanyak 45 orang berkumpul di luar koloni, termasuk sekitar 30 wartawan dan blogger.
Para pendukung Navalny, termasuk sejumlah dokter yang mengenakan jas dokter, tiba di Kota Pokrov, yang terletak sekitar 100 kilometer di timur Moskow, Selasa (6/4) pagi, meminta izin bertemu Navalny namun ditolak.
Navalny menggelar mogok makan sejak Rabu (31/3) menuntut perawatan medis yang layak atas keluhan sakit punggung dan kebas pada kedua kakinya. (AFP/OL-1)
Inggris sebut Epibatidine digunakan untuk meracuni Alexei Navalny. Ini cara kerja racun katak asal Amerika Selatan ini dan dampaknya bagi tubuh manusia.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
Pengadilan di Moskow memerintahkan penangkapan in absentia terhadap Yulia Navalnaya, istri dari politisi oposisi Alexey Navalny, dengan tuduhan berpartisipasi dalam organisasi ekstremis.
Majalah Forbes memasukkannya sebagai salah satu orang terkaya di struktur militer Rusia.
Para pendukung Navalny di Rusia, meskipun tanpa harapan untuk perubahan politik, menemukan dukungan bersama dalam menghadapi pemerintahan keras Vladimir Putin.
Yulia Navalnaya meneruskan perjuangan suaminya, Alexei Navalny melawan Putin dengan gerakan Siang Melawan Putin, di mana warga ke TPS memilih kandidat selain Putin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved