Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA-NEGARA kaya di dunia gagal dalam tes solidaritas global dengan menimbun vaksin covid-19. Hal itu diungkapkan Amnesty International sembari menuding Tiongkok dan negara lainnya mengeksploitasi pandemi untuk melanggar hak asasi manusia (HAM).
Dalam laporan tahunan mereka, Amnesty International menyebut krisis kesehatan dunia itu mengungkapkan kegagalan dunia untuk bekerja sama.
"Pandemi dengan jelas menunjukkan ketidakmampuan dunia untuk bekerja sama secara efektif dan sejajar," kata Agnes Callamard, yang ditunjuk menjadi sekretaris jenderal Amnesty International, bulan lalu.
Baca juga: California Berencana Cabut Pembatasan Covid-19 pada 15 Juni
"Negara-negara kaya hampir memonopoli pasokan vaksin dan membiarkan negara-negara lain, yang memiliki sumber daya terbats, menghadapi krisis kesehatan dan kemanusiaan yang parah," lanjutnya.
Karenanya, Callamard mendesak dipercepatnya kampanye vaksinasi global dam menjadikan hal itu sebagai bukti kemampuan dunia bekerja sama.
Sejak covid-19 muncul di Tiongkok pada akhir 2019, pandemi telah menewaskan lebih dari 2,8 juta jiwa dan menginfeksi sedikitnya 130 juta orang di dunia.
Meski begitu, upaya vaksinasi untuk mengatasi pandemi berjalan secara tidak adil.
Menurut data AFP, lebih dari separuh dari 680 juta dosis vaksin covid-19 yang telah disuntikkan di dunia dilakukan di negara kaya, seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel. Adapun negara-negara miskin hanya mampu menyuntikkan vaksin covid-19 sebanyak 0,1% dari dosis yang ada.
Akhir Maret lalu, WHO telah memperingatkan mengenai semakin tidak adilnya distribusi vaksin covid-19. (AFP/OL-1)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved