Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Macron Bela Kebijakan Covid-19 Prancis

Basuki Eka Purnama
01/4/2021 12:54
Macron Bela Kebijakan Covid-19 Prancis
Warga menyaksikan pidato kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron dari layar televisi di Marseille, Prancis.(AFP/Nicolas TUCAT )

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron, Rabu (31/3), mengumumkan seluruh sekolah di negara itu ditutup dan memberlakukan lockdown terbatas sembari membela kebijakan pemerintahnya yang menyebabkan meroketnya kasus covid-19.

Presiden berusia 43 tahun itu berada di bawah tekanan dari lawan politiknya dan pakar kesehatan, selama beberapa pekan terakhir, saat kasus covid-19 membuat rumah sakit di Paris kewalahan.

Pada akhir Januari, Macron melawan tren di Eropa dan menolak rekomendasi untuk memberlakukan lockdown ketiga di Prancis.

Baca juga: Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Ketiga di AS Sepanjang 2020

Dalam pidato yang disiarkan langsung televisi, Rabu (31/3), Macron memperketat pembatasan covid-19, memerintahkan sekolah ditutup, memberlakukan pembatasan perjalanan di seluruh penjuru negara, dan menutup semua toko nonesensial.

Namun, Macron tidak memerintahkan warga Prancis untuk tidak keluar rumah dan masih mengizinkan warga untuk melakukan perjalanan antarwilayah selama libur Paskah.

"Kami telah mengadopsi sebuah strategi sejak awal tahun yang bertujuan menekan epidemi tanpa mengurung diri sendiri," kata Macron.

"Dengan tidak memberlakukan lockdown pada Januari berarti kita mendapatkan tambahan waktu untuk bebas, anak-anak kita bisa belajar, dan ribuan pekerja tetap bekerja serta mendapatkan bayaran," kilahnya.

Yang menjadi pertanyaan apakah kebijakan baru itu cukup untuk membalikkan meroketnya kasus covid-19 yang telah berjumlah sebanyak lebih dari 40 ribu kasus per hari. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya