Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL tunda dan kapal keruk dikerahkan untuk membebaskan kapal kontainer raksasa yang tersangkut di Terusan Suez, Mesir, pada hari keempat. Insiden tersebut memaksa perusahaan untuk merutekan ulang layanan dari jalur pelayaran penting di sekitar Afrika.
MV Ever Given, yang panjangnya lebih dari empat lapangan sepak bola, terjebak secara diagonal di kanal tersebut sejak Selasa waktu setempat. Peristiwa itu viral seiring banyaknya pengguna media sosial yang mengungah foto kapal tersebut.
Penyumbatan itu menyebabkan kemacetan parah bagi puluhan kapal dan penundaan besar dalam pengiriman minyak dan sejumlah komoditas. Seorang pejabat dari Shoei Kisen Kaisha, perusahaan Jepang yang memiliki kapal tersebut, menyebut kru mereka tengah berupaya untuk mengapungkan kembali kapal tersebut.
Baca juga: Kapal Kontainer Kandas di Terusan Suez
"Kapal tunda dan kapal keruk digunakan untuk menghancurkan batu untuk mengeluarkan kapal tersebut," ujar dia seraya menambahkan, bahwa perusahaan tidak memiliki informasi pasti tentang penyebab kerusakan kapal.
Raksasa perkapalan global Maersk dan Hapag-Lloyd menyatakan tengah mencari rute lain di sekitar ujung selatan Afrika. "Dengan Terusan Suez masih diblokir setidaknya satu atau dua hari lagi, perusahaan perkapalan dipaksa untuk mengambil rute yang lebih jauh di sekitar Tanjung Harapan untuk sampai ke Eropa atau pantai timur Amerika Utara," bunyi pernyataan Lloyd.
Baca juga: Nike Buat Pernyataan Soal Uighur, Selebritas Tiongkok Murka
Diketahui, Terusan Suez sangat mempersingkat perjalanan antara Asia dan Eropa. Rute Singapura-Rotterdam misalnya, dapat ditempuh dengan jarak 6.000 kilometer (3.700 mil). Serta, dua minggu lebih pendek melalui kanal tersebut daripada mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika.
Otoritas Terusan Suez Mesir mengungkapkan sekitar 15.000-20.000 meter kubik pasir harus disingkirkan untuk mencapai kedalaman 12-16 meter. Sehingga, kapal raksasa dapat kembali mengapung. Namun, para ahli penyelamatan telah memperingatkan bahwa penutupan tersebut bisa berlangsung berhari-hari, atau bahkan berminggu-minggu.(AFP/OL-11)
RATUSAN jaket pelampung disediakan oleh Pelindo selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu untuk menjamin keselamatan penumpang kapal laut.
Dua aset itu diserahkan dengan status hibah barang milik negara. Penyerahan kapal laut ini juga dibantu oleh Kejaksaan Negeri Bitung.
Masyarakat Jabodetabek cenderung memilih transportasi umum saat mudik. Sementara masyarakat di luar Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi.
Tercatat jumlah penumpang kapal melewati pelabuhan Trisakti Banjarmasin, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 periode 21 Maret-11 April sebanyak 26.717 orang.
Fenomena ini juga berdampak pada peningkatan penumpang kapal laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memprediksi lonjakan 15% dibanding tahun sebelumnya,
Data PELNI mencatat, pada periode H-15 hingga H-9 Lebaran 2024, jumlah penumpang mencapai 106.234 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved