Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Prancis, Senin (22/3), mengecam 'komentar tidak bisa diterima' yang dilontarkan Duta Besar Tiongkok di Paris Lu Shaye, selama beberapa hari terakhir, termasuk ejekan dan ancaman terhadap anggota DPR dan peneliti Prancis.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Prancis juga mengecam sanksi yang dijatuhkan Tiongkok terhadap 10 warga Eropa, termasuk lima amggota parlemen Uni Eropa, sebagai balasan atas sanksi negara Barat terhadap pejabat Tiongkok yang dianggap melakukan pelanggaran HAM terhadap warga muslim Uighur.
Lu, akan dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Prancis untuk menjelaskan sebagal pernyataannya.
Baca juga: AS Sanksi Dua Pejabat Tiongkok Terkait Pelanggaran HAM di Xinjiang
Lu memang dikenal dengan komentar agresifnya di Twitter yang menargetkan sejumlah orang, termasuk Antoine Bondaz, pakar Tiongkok dari Yayasan untuk Riset Strategis (FRS).
Sejak Jumat (19/3), Lu menyebut Bondaz sebagai 'penjahat kelas teri, hyena gila, dan trol ideologis yang memiliki agenda anti-TIongkok setelah Bondaz mengeluhkan tekanan Tiongkok terhadap anggota DPR Prancis yang ingin melawat ke Taiwan.
Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan mereka akan mengingatkan Lu mengenai aturan dasar yang ditetapkan Konvensi Wina mengenai hubungan diplomatik. (AFP/OL-1)
Jacques Leveugle ditangkap setelah keponakannya menemukan USB berisi catatan kejahatan seksual terhadap 89 remaja di berbagai negara.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved