Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JURNALIS dan presenter televisi Piers Morgan meninggalkan siaran pagi di ITV, Selasa setelah sekian lama kritikan yang ia luncurkan terhadap istri Meghan Markle mencapai puncak mengenai wawancara bersama Oprah Winfrey. ITV mengonfirmasi kepergian Piers Morgan dari acara tersebut.
Pria 55 tahun mantan presenter CNN menuduh Harry dan Meghan telah mempermalukan keluarga kerajaan dan mencari perhatian dengan caranya sendiri tanpa menerima tanggung jawab dalam posisi mereka.
Baca juga: Brasil Cetak Rekor Baru atas Kematian Harian Akibat Covid-19
Dia menyebut Meghan sebagai "Puteri Pinokio" dalam cuitan, dan mengatakan bahwa dia sama sekali "tidak percaya satu pun yang Meghan ucapkan" dalam wawancara.
Meghan mengklaim keluarga kerajaan membuatnya terasing hingga merasa ingin bunuh diri, dan salah satu anggota kerajaan bertanya tentang kemungkinan warna kulit putranya, tuduhan yang menimbulkan pertanyaan tentang masa depan monarki.
"Siapa yang kau datangi? Apa yang mereka bilang? Maaf, saya tidak percaya satu pun kata yang dia ucapkan, Meghan Markle," katanya. "Saya bahkan takkan percaya jika dia membacakanku laporan cuaca."
Komentar Piers Morgan mengenai Meghan Markle membuat regulator media Inggris mendapat 41.000 keluhan.
Yayasan kesehatan mental Mind yang bekerjasama dengan ITV untuk inisiatif kesehatan mental mengatakan mereka kecewa mengenai komentar presenter itu.
Kepala eksekutif ITV, Carolyn McCall, sebelumnya mengatakan dia percaya Meghan "sepenuhnya".
Piers Morgan sempat menambahkan komentarnya soal keinginan bunuh diri Meghan, Selasa, "Saya masih punya kekhawatiran serius tentang akurasi apa yang dia (Meghan) bicarakan, tapi biarkan saya menyatakan posisi saya tentang penyakit mental dan bunuh diri."
"Hal itu harus ditanggapi serius dan bila seseorang merasakan itu mereka harus mencari pertolongan, dan jika mereka berada dalam institusi seperti keluarga kerajaan dan mereka meminta pertolongan, mereka harus mendapatkannya."
Piers Morgan bergabung ke ITV enam tahun lalu dan dikenal dengan mulutnya yang pedas. Selebritas hingga menteri juga merasakan komentarnya yang tajam. Saat pandemi, dia menekan pemerintah berkali-kali untuk menjelaskan mengapa Inggris punya tingkat kematian tertinggi di dunia. Menteri memboikot acaranya selama berbulan-bulan.
Sebelum keluar dari acara tersebut, Piers Morgan sempat meninggalkan studio Good Morning di tengah siaran saat koleganya, Alex Beresford, mengkritik Piers yang melontarkan tudingan "kejam" karena tidak mempercayai ucapan Meghan soal tekanan mental yang mendorongnya ingin bunuh diri.
Alex kemudian mengungkit hubungan Piers Morgan dengan Meghan Markle, menyiratkan obsesi Piers terhadap Meghan, yang membuat presenter itu secara dramatis meninggalkan lokasi syuting.
"Saya paham kau tidak suka Meghan Markle, kau membuatnya sangat jelas berkali-kali di program ini, sangat sering," kata Alex Beresford.
Piers Morgan kembali ke studio untuk segmen yang menampilkan ayah Meghan, Thomas Markle. (Ant/OL-6)
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Raja Charles III menyampaikan pesan Natal yang menyentuh dari Westminster Abbey. Ia menekankan semangat gotong royong, "digital detox," dan pentingnya kerukunan antarumat beragama.
Pangeran William mengajak putranya, Pangeran George, menjadi relawan di penampungan tunawisma. Kunjungan ini mengulang memori saat William diajak mendiang Putri Diana.
Departemen Kehakiman AS merilis ribuan dokumen Jeffrey Epstein. Termasuk foto Andrew Mountbatten-Windsor bersama sejumlah perempuan dan Ghislaine Maxwell.
Andrew Mountbatten-Windsor resmi kehilangan seluruh gelar kerajaan, termasuk Order of the Garter dan Royal Victorian Order, atas perintah Raja Charles III.
Raja Charles resmi mencabut gelar Pangeran Andrew dan memerintahkannya keluar dari Royal Lodge di Windsor, buntut skandal Epstein yang kembali mencuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved