Minggu 14 Februari 2021, 23:00 WIB

Tiga Raksasa Farmasi AS Kembangkan Vaksin Varian Baru

Insi Nantika Jelita | Internasional
Tiga Raksasa Farmasi AS Kembangkan Vaksin Varian Baru

AFP
Ilustrasi

 

PERUSAHAAN farmasi raksasa asal Amerika Serikat, Pfizer Inc, Moderna dan Johnson & Johnson dikabarkan akan mengembangkan vaksin covid-19 untuk varian baru pada musim gugur mendatang atau sekitar September hingga Desember.

Varian virus korona berbahaya yang teridentifikasi di Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan yang meluas, mendorong para ilmuwan di Inggris dan negara lain mengembangkan beberapa versi patogen dalam satu suntikan.

 

Peneliti utama pada uji coba dari Oxford Andrew Pollard mengungkapkan, salah satu masalah yang dihadapi perusahaan farmasi dalam mengembangkan vaksin ini ialah, mereka masih tidak mengetahui virus mana yang akan paling menyebar luas pada bulan-bulan mendatang.

 

"Virus ini kemungkinan akan terus berkembang di bawah tekanan dari kekebalan manusia sehingga dapat berubah seiring waktu," ungkap Andrew dilansir Bloomberg, Minggu (14/2).

Spesialis vaksin dari Universitas Washington, AS, Michael Kinch menuturkan, para peneliti sedang mempertimbangkan sejumlah cara untuk mengatasi tantangan tersebut.

Strategi lain yang bakal ditempuh ialah memasukkan berbagai antigen, molekul dalam vaksin yang memicu respons kekebalan.

Kinch menambahkan, jika diperlukan, perusahaan farmasi harus dapat dengan cepat mendesain ulang inokulasi mereka berdasarkan protein lonjakan khas yang digunakan virus korona untuk menyerang sel manusia.

Varian covid-19 baru, termasuk B.1.1.7 yang muncul di Inggris selatan, telah mematahkan optimisme soal suntikan vaksin mRNA yang dikatakan efektif dari Pfizer Inc dan Moderna Inc pada akhir tahun lalu.

Varian tersebut kemungkinan dikaitkan dengan risiko rawat inap dan kematian yang lebih besar daripada versi sebelumnya, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh pemerintah AS.

Dilaporkan bahwa ada kemungkinan B.1.1.7 meredam respons antivirus inang dan bergerak lebih dalam ke paru-paru lebih cepat, kata Julian Hiscox, spesialis virus korona dari Universitas Liverpool, Inggris. (Bloomberg/OL-8)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Meksiko Laporkan Kematian Pertama Anak Karena Hepatitis Akut

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 08:02 WIB
Anak berusia tiga tahun yang berasal dari negara bagian tengah, Hildago, dipindahkan ke rumah sakit di Mexico City, namun meninggal pekan...
dok.Ant

Spanyol Catat 30 Kasus Cacar Monyet Bermula Dari Sauna

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 07:20 WIB
OTORITAS kesehatan di Spanyol melaporkan 23 kasus baru cacar monyet, terutama di wilayah Madrid di mana sebagian besar infeksi terkait...
ANTARA/Galih Pradipta

Ramos Horta Perlu Reset Proses Politik Timor Leste

👤Palce Amalo 🕔Jumat 20 Mei 2022, 21:28 WIB
PRESIDEN Timor Leste Ramos Horta dinilai mampu mengakhiri rentetan krisis politik di negara itu yang terjadi sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya