Selasa 26 Januari 2021, 06:29 WIB

Xi Jinping Peringatkan AS untuk Tak Memulai Perang Dingin Baru

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Xi Jinping Peringatkan AS untuk Tak Memulai Perang Dingin Baru

AFP PHOTO / WORLD ECONOMIC FORUM
Presiden Tiongkok Xi Jinping

 

PRESIDEN Tiongkok, Xi Jinping mengirimkan peringatan kepada Presiden AS Jode Biden bahwa dia berisiko mengalami perang dingin baru jika melanjutkan kebijakan proteksionis pendahulunya, Donald Trump. Dalam pidatonya di acara Forum Ekonomi Dunia yang digelar secara virtual, Xi menyerukan pendekatan multilateral untuk menyelesaikan krisis ekonomi yang disebabkan oleh covid-19 dan mengatakan pandemi tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk membalikkan globalisasi demi pemisahan dan pengasingan.

Xi menghindari menyebut nama Biden atau AS dalam pidato pertamanya sejak Trump meninggalkan Gedung Putih pekan lalu, tetapi dia menjelaskan bahwa Tidak tidak akan didikte oleh Washington.

"Untuk membangun lingkaran kecil atau memulai perang dingin baru, untuk menolak, mengancam atau mengintimidasi orang lain, untuk dengan sengaja memberlakukan pemisahan, memberikan gangguan atau sanksi, dan untuk menciptakan isolasi atau kerenggangan hanya akan mendorong dunia ke dalam perpecahan dan bahkan konfrontasi," kata Xi.

Mengulang pembelaan multilateralisme yang dibuat ketika dia menghadiri WEF di Davos empat tahun lalu, Xi mengatakan alternatifnya adalah hukum rimba.

"Tidak ada masalah global yang dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Harus ada tindakan global, respons global, dan kerja sama global," tuturnya.

Biden tidak menunjukkan indikasi bahwa dia berniat untuk melunakkan sikap keras Trump terhadap Beijing dan akan mengumumkan kebijakan pengadaan ‘beli produk Amerika’ untuk meningkatkan manufaktur AS.

"Kita harus membangun ekonomi dunia terbuka, menegakkan rezim perdagangan multilateral, membuang standar, aturan dan sistem yang diskriminatif dan eksklusif, dan menghapus hambatan perdagangan, investasi, dan pertukaran teknologi," ujar Xi.

“Hubungan antar negara harus dikoordinasikan dan diatur melalui lembaga dan aturan yang tepat. Yang kuat seharusnya tidak menggertak yang lemah. Keputusan tidak boleh dibuat hanya dengan memamerkan otot yang kuat atau melambaikan tangan,” tambahnya.

baca juga: Pemimpin Dunia Diingatkan agar tidak Picu Perang Dingin Baru

Xi juga menjelaskan bahwa Tiongkok tidak akan terpengaruh oleh kritik terhadap catatan hak asasi manusianya, yang baru-baru ini berfokus pada tindakan keras terhadap perbedaan pendapat di Hong Kong dan perlakuan terhadap penduduk Uighur, yang digambarkan sebagai genosida oleh Menteri Luar Negeri Trump, Mike Pompeo.

"Tidak ada dua daun di dunia yang identik, dan tidak ada sejarah, budaya, atau sistem sosial yang sama. Setiap negara unik dengan sejarah, budaya dan sistem sosialnya sendiri, dan tidak ada yang lebih unggul dari yang lain," tegasnya.

"Perbedaan itu sendiri bukanlah alasan untuk khawatir. Yang membunyikan alarm adalah kesombongan, prasangka dan kebencian. Ini adalah upaya untuk memaksakan hierarki pada peradaban manusia atau untuk memaksakan sejarah, budaya, dan sistem sosial seseorang kepada orang lain," tandasnya. (The Guardian/OL-3)


 

Baca Juga

AFP/Hector RETAMAL

Varian Omikron Muncul Lagi di Xinjiang dan Tibet saat Puncak Liburan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:30 WIB
Selama 1-21 Juli 2022, Xinjiang telah menerima 25,5 juta wisatawan atau naik 15,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama...
AFP/Tang Chhin Sothy.

UE Serahkan Teks Final Kesepakatan Nuklir, Respons AS dan Iran Ditunggu

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:53 WIB
Uni Eropa mengatakan Selasa (9/8) bahwa mereka mengharapkan Teheran dan Washington untuk sangat cepat menanggapi teks final yang...
AFP/Anwar Amro.

Hizbullah Peringatkan Israel tidak Serang Milisi Palestina di Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:42 WIB
Pemimpin Hizbullah Libanon Sayyed Hassan Nasrallah, Selasa (9/8), memperingatkan Israel agar tidak memperluas target serangannya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya