Minggu 17 Januari 2021, 20:30 WIB

Iklan Aksesori Senjata akan Diblokir di Facebook

Mediaindonesia.com | Internasional
Iklan Aksesori Senjata akan Diblokir di Facebook

AFP
Facebook akan memperketat verifikasi iklan kampanye.

 

Facebook mengatakan akan melarang iklan aksesori senjata dan peralatan pelindung di Amerika Serikat hingga setidaknya dua hari setelah pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden pada 20 Januari.

Langkah tersebut diambil setelah kekerasan yang dilakukan oleh pendukung Presiden Donald Trump di gedung Capitol AS pada 6 Januari.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/346879/facebook-akan-verifikasi-ketat-iklan-politik

Perusahaan media sosial itu mengatakan sekarang akan melarang iklan untuk aksesori seperti brankas senjata, rompi dan sarung senjata di Amerika Serikat.

"Kami sudah melarang iklan senjata, amunisi, dan perangkat tambahan senjata seperti peredam suara. Tapi sekarang kami juga akan melarang iklan untuk aksesori," kata Facebook, dikutip dari Reuters, Minggu (17/1).

Tiga senator AS mengirim surat kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg pada Jumat (15/1), meminta untuk secara permanen memblokir iklan produk yang jelas dirancang untuk digunakan dalam pertempuran bersenjata.

Para senator, yang semuanya dari Demokrat, mengatakan perusahaan harus mengambil tindakan ini untuk "meminta pertanggungjawaban atas bagaimana musuh domestik Amerika Serikat telah menggunakan produk dan platform perusahaan tersebut menggunakan apa yang mereka larang sendiri."

Facebook juga telah memblokir pembuatan acara lewat platformnya di dekat tempat-tempat seperti Gedung Putih dan Gedung Kongres AS di Washington, serta gedung-gedung DPR negara bagian, hingga 20 Januari.

FBI telah memperingatkan protes bersenjata yang direncanakan untuk Washington dan semua 50 ibu kota negara bagian menjelang pelantikan.

Buzzfeed melaporkan bahwa Facebook telah menampilkan iklan peralatan militer tepat di samping konten yang berisi misinformasi pemilu dan berita tentang kekerasan pada 6 Januari.

Juru bicara Facebook mengatakan semua halaman yang diidentifikasi dalam laporan Buzzfeed telah dihapus, dan perusahaan telah bekerja sama dengan pakar intelijen dan terorisme serta penegak hukum. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

AFP/ANDER GILLENEA

Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Spanyol Capai 70 Ribu Orang

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 04 Maret 2021, 06:34 WIB
Jumlah kematian akibat virus korona di Spanyol melonjak melewati angka 70.000 pada Rabu (3/3), berdasarkan data kementerian kesehatan...
STR / AFP

Korban Tewas Kudeta di Myanmar Meningkat Termasuk Anak-anak

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 04 Maret 2021, 06:26 WIB
PBB mengungkap lebih dari 38 orang tewas dalam aksi protes anti kudeta di Myanmar, Rabu (3/3). Korban tewas termasuk...
JALAA MAREY / AFP

Pengadilan di Den Haag Selidiki Kejahatan Perang Israel-Palestina

👤adiyanto 🕔Kamis 04 Maret 2021, 06:05 WIB
Penyelidikan akan fokus pada Operation Protective Edge, operasi militer yang dilakukan Israel pada musim panas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya