Sabtu 16 Januari 2021, 19:47 WIB

Latihan, Iran Tembakkan Rudal Jarak jauh ke Samudera Hindia

mediaindonesia.com | Internasional
Latihan, Iran Tembakkan Rudal Jarak jauh ke Samudera Hindia

SEPAH NEWS / AFP
Korps Garda Nasional Iran melakukan lakukan militer dengan menembakkan rudal jarak jauh di wiayah tengah Iran.

 

GARDA Revolusioner Iran, Sabtu (16/1), menembakkan rudal balistik jarak jauh ke perairan Samudera Hindia dalam sebuah latihan militer hari kedua, demikian menurut laporan media pemerintah.

Latihan militer yang dilancarkan dalam masa-masa penurunan tensi dari pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump itu dilakukan di wilayah gurun bagian tengah negara itu, menarget area di Teluk Oman dan bagian utara Samudera Hindia.

Latihan terbaru ini juga menyusul uji coba pada Jumat (15/1) di area yang sama untuk rudal balistik darat-ke-darat dan drone produksi dalam negeri.

"Salah satu tujuan kebijakan pertahanan kami yang paling penting adalah menggunakan rudal balistik jarak jauh untuk melawan kapal perang musuh, termasuk kapal induk dan kapal perang," kata Komandan Garda, Mayor Jenderal Hossein Salami, dikutip dari laporan media pemerintah.

Dengan rudal-rudal, yang berkemampuan mencapai jarak 1.800 kilometer, Salami menyebut, "kami kini dapat menyerang target bergerak di lautan," jika dibandingkan dengan penggunaan rudal jelajah kecepatan rendah yang biasa.

Kepala Staf Jenderal Mohammad Baqeri menyatakan bahwa Iran "tidak mempunyai maksud menyerang", namun pihaknya kini mampu untuk "merespons segala aksi perlawanan dan kejahatan dalam waktu yang singkat."

Sebelumnya, Rabu (13/1), Iran melakukan uji coba pada rudal jarak dekat anti kapal di wilayah Teluk dan juga menggelar latihan pada awal Januari 2021 yang menyertakan penggunaan drone buatan lokal.

Iran adalah salah satu negara dengan program rudal terbesar di kawasan Timur Tengah, mengingat mereka merupakan kekuatan pencegah serta pembalas aksi AS dan negara-negara musuh lainnya yang mengarah ke perang.

Telah ada sejumlah konfrontasi periodik antara militer Iran dengan pasukan AS di wilayah Teluk sejak 2018, ketika Trump hengkang dari perjanjian nuklir Iran 2015 serta menjatuhkan kembali sanksi terhadap Iran.

Presiden AS Terpilih Joe Biden, yang akan menjabat secara resmi pada 20 Januari 2021, menyatakan ia akan bergabung kembali dalam perjanjian nuklir "jika Iran juga turut mematuhinya dengan ketat." (Ant/Rtr/OL-09)

Baca Juga

medicalnewstoday.com

Risiko Kematian Covid-19 Tinggi di Negara Berpenduduk Obesitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 19:00 WIB
Tingkat kematian akibat Covid-19 sekitar 10 kali lebih tinggi di negara-negara yang setidaknya terdapat 50 persen orang dewasa mengalami...
americamagazine.org

Paus Fransiskus Bertolak ke Irak

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 18:35 WIB
Dia akan memimpin misa di sebuah gereja Baghdad, bertemu dengan ulama Muslim Syiah Irak di kota selatan Najaf, serta melakukan perjalanan...
AFP

Tiongkok Bakal Rombak Sistem Pemilu di Hong Kong

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 05 Maret 2021, 18:15 WIB
Hong Kong bersiap untuk lebih banyak pergolakan politik ketika Kongres Rakyat Nasional (NPC) Tiongkok mempertimbangkan proposal untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya