Jumat 15 Januari 2021, 07:22 WIB

Merkel Minta Jerman Berlakukan Pembatasan yang Lebih Ketat

Basuki Eka Purnama | Internasional
Merkel Minta Jerman Berlakukan Pembatasan yang Lebih Ketat

AFP/John MACDOUGALL
Kanselir Jerman Angela Merkel mengenakan masker di pertemuan CDU.

 

KANSELIR Jerman Angela Merkel, Kamis (14/1), menyerukan pembatasan yang lebih ketat untuk mengatasi wabah covid-19 yang memburuk di negara Eropa itu.

Dalam pertemuan dengan anggota senior partai CDU, Merkel mengatakan dirinya berencana menggelar pertemuan dengan premier negara bagian Jerman pada pekan depan.

Merkel disebut mengatakan virus korona hanya bisa diatasi dengan peningkatan pembatasan.

Baca juga: Israel Telah Vaksinasi 2 Juta Warganya

Kanselir Jerman itu juga mengaku khawatir dengan varian baru virus korona yang muncul di Inggris yang disebut lebih menular. Dia meminta warga untuk mengurangi kontak sosial mereka.

Jerman sukses menghadapi covid-19 di awal pandemi namun terhantam keras oleh gelombang kedua, selama beberapa bulan terakhir.

Jerman mencatatkan lebih dari 1.200 kematian akibat covid-19 dalam tempo 24 jam, sebuah rekor baru.

Lebih dari 25 ribu kasus baru ditemukan dalam tempo 24 jam di negara itu.

Mingguan Der Spiegel melaporkan langkah pengetatan pembatasan yang tengah dipertimbangkan adalah pemeriksaan di perbatasan, keharusan memakain masker kualitas tinggi FFP2 di beberapa tempat, dan meminta warga bekerja dari rumah. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Hector RETAMAL / AFP

Tiongkok Temukan Bir Impor Tercemar Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 09:37 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Kota Tinjin, Tiongkok menemukan bir impor yang tercemar...
AFP/	STEPHEN ZENNER

Biden Janji Atasi Masalah Rasisme di AS

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 08:23 WIB
Biden memastikan semua orang diciptakan setara dan memiliki hak untuk diperlakukan sama sepanjang hidup...
AFP/JUSTIN TALLIS

PM Inggris Ngotot Telah Berupaya Keras Atasi Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 27 Januari 2021, 08:22 WIB
Hal itu diungkapkan Johnson saat angka kematian akibat covid-19 di Inggris melewati angka 100...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya