Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un menyebut Amerika Serikat sebagai musuh terbesar bagi negara bersenjata nuklir tersebut. Pernyataan tersebut datang kurang dari dua minggu sebelum pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS dan setelah hubungan antara Kim dan Presiden Donald Trump bergejolak.
Dia menuturkan permusuhan antara Washington dan Korea Utara tidak akan berubah meski Presiden AS berganti.
"Kegiatan politik luar negeri kita harus difokuskan dan diarahkan untuk menundukkan AS, musuh terbesar dan hambatan utama bagi perkembangan inovatif kita," kata Kim, menurut laporan KCNA dalam sambutannya.
"Tidak peduli siapa yang berkuasa di AS, sifat AS yang sebenarnya dan kebijakan fundamentalnya terhadap Korea Utara tidak pernah berubah," imbuhnya.
Belum ada komentar langsung dari Departemen Luar Negeri AS terkait pernyataan tersebut. Seorang juru bicara kampanye Biden pun menolak berkomentar.
Di samping itu, Kim juga menyerukan lebih banyak penelitian dan pengembangan peralatan militer canggih, serta kemajuan lebih lanjut dalam memperluas persenjataan nuklir negara itu.
Baca juga: Korut Pamerkan Rudal Balistik Interkontinental Baru
Pyongyang telah mencurahkan sumber daya dalam jumlah besar untuk mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistiknya, yang menurutnya perlu dipertahankan dari kemungkinan invasi AS.
Program-program tersebut membuat kemajuan pesat di bawah pemerintahan Kim, termasuk ledakan nuklirnya menjadi yang paling kuat hingga saat ini dan misil yang mampu menjangkau seluruh AS.
Kim menuturkan Korea Utara telah menyelesaikan rencana untuk kapal selam bertenaga nuklir.
"Penelitian perencanaan baru untuk kapal selam bertenaga nuklir telah selesai dan akan memasuki proses pemeriksaan akhir," ungkap Kim.
“Negara harus lebih memajukan teknologi nuklir dan mengembangkan hulu ledak nuklir ringan berukuran kecil untuk diterapkan secara berbeda tergantung pada subjek sasaran,” tukasnya.
Dia mengatakan Korea Utara juga harus meningkatkan kemampuan serangan presisi pada target dalam jarak serangan 15.000 km (9.320 mil) dan mengembangkan teknologi untuk memproduksi hulu ledak nuklir yang lebih kecil dan ringan untuk dipasang pada jarak jauh.
“Tidak ada yang lebih bodoh dan berbahaya daripada tidak memperkuat kekuatan kita tanpa henti dan bersikap santai pada saat kita dengan jelas melihat senjata canggih musuh dikembangkan lebih dari sebelumnya,” tuturnya.
“Kenyataannya adalah kita dapat mencapai perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea ketika kita terus membangun pertahanan nasional kita dan menekan ancaman militer AS,” pungkasnya.(The Guardian/CNA/OL-5)
Garda Revolusi Iran menunggu langkah AS yang berencana mengawal kapal di Selat Hormuz. Ketegangan kawasan membuat lalu lintas kapal di jalur energi dunia itu menurun.
PM Keir Starmer resmi mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi defensif terhadap Iran di tengah kecaman Donald Trump.
Donald Trump klaim Iran telah menyerah dan meminta maaf kepada negara Timur Tengah setelah serangan AS-Israel. Simak ancaman "penghancuran total" terbaru dari Trump.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik Timur Tengah hanya akan berakhir jika Iran menyerah tanpa syarat.
Wamenlu Iran Majid Takht-Ravanchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang mendukung agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah bagi serangan balasan.
Serangan drone kembali mengguncang Irak pada Jumat (6/3) waktu setempat. Sejumlah bandara dan fasilitas minyak menjadi sasaran.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
DALAM dinamika politik global tahun 2026 yang kian memanas, pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, kembali mencuri perhatian dunia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
PARTAI Buruh Korea Utara membuka kongres, demikian dilaporkan media resminya, Jumat (20/2), yang menandai dimulainya pertunjukan politik untuk mengungkap fase berikutnya senjata nuklir
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved