Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un menyebut Amerika Serikat sebagai musuh terbesar bagi negara bersenjata nuklir tersebut. Pernyataan tersebut datang kurang dari dua minggu sebelum pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS dan setelah hubungan antara Kim dan Presiden Donald Trump bergejolak.
Dia menuturkan permusuhan antara Washington dan Korea Utara tidak akan berubah meski Presiden AS berganti.
"Kegiatan politik luar negeri kita harus difokuskan dan diarahkan untuk menundukkan AS, musuh terbesar dan hambatan utama bagi perkembangan inovatif kita," kata Kim, menurut laporan KCNA dalam sambutannya.
"Tidak peduli siapa yang berkuasa di AS, sifat AS yang sebenarnya dan kebijakan fundamentalnya terhadap Korea Utara tidak pernah berubah," imbuhnya.
Belum ada komentar langsung dari Departemen Luar Negeri AS terkait pernyataan tersebut. Seorang juru bicara kampanye Biden pun menolak berkomentar.
Di samping itu, Kim juga menyerukan lebih banyak penelitian dan pengembangan peralatan militer canggih, serta kemajuan lebih lanjut dalam memperluas persenjataan nuklir negara itu.
Baca juga: Korut Pamerkan Rudal Balistik Interkontinental Baru
Pyongyang telah mencurahkan sumber daya dalam jumlah besar untuk mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistiknya, yang menurutnya perlu dipertahankan dari kemungkinan invasi AS.
Program-program tersebut membuat kemajuan pesat di bawah pemerintahan Kim, termasuk ledakan nuklirnya menjadi yang paling kuat hingga saat ini dan misil yang mampu menjangkau seluruh AS.
Kim menuturkan Korea Utara telah menyelesaikan rencana untuk kapal selam bertenaga nuklir.
"Penelitian perencanaan baru untuk kapal selam bertenaga nuklir telah selesai dan akan memasuki proses pemeriksaan akhir," ungkap Kim.
“Negara harus lebih memajukan teknologi nuklir dan mengembangkan hulu ledak nuklir ringan berukuran kecil untuk diterapkan secara berbeda tergantung pada subjek sasaran,” tukasnya.
Dia mengatakan Korea Utara juga harus meningkatkan kemampuan serangan presisi pada target dalam jarak serangan 15.000 km (9.320 mil) dan mengembangkan teknologi untuk memproduksi hulu ledak nuklir yang lebih kecil dan ringan untuk dipasang pada jarak jauh.
“Tidak ada yang lebih bodoh dan berbahaya daripada tidak memperkuat kekuatan kita tanpa henti dan bersikap santai pada saat kita dengan jelas melihat senjata canggih musuh dikembangkan lebih dari sebelumnya,” tuturnya.
“Kenyataannya adalah kita dapat mencapai perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea ketika kita terus membangun pertahanan nasional kita dan menekan ancaman militer AS,” pungkasnya.(The Guardian/CNA/OL-5)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved