Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Australia hari ini memperkenalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk memaksa raksasa teknologi Google dan Facebook membayar konten berita dari media Australia.
"Rancangan Undang-Undang tersebut akan mengatasi ketidakseimbangan kekuatan tawar-menawar antara bisnis media berita dan platform digital," kata Menteri Keuangan Josh Frydenberg dalam sebuah pernyataan, Rabu (9/12).
RUU tersebut, terangnya, akan memastikan bahwa bisnis media berita mendapat upah yang layak untuk konten yang mereka hasilkan.
Di bawah RUU tersebut, raksasa teknologi akan didorong untuk bernegosiasi dengan perusahaan media besar di Australia, termasuk lembaga penyiaran publik, mengenai harga yang harus mereka bayar untuk mengakses berita mereka.
Jika mereka tidak dapat mencapai kesepakatan, arbiter independen akan ditunjuk untuk membuat keputusan yang mengikat. Platform digital bisa dikenakan denda hingga Aus $10 juta jika mereka tidak mematuhi keputusan tersebut.
Dikatakan Frydenberg, RUU tersebut awalnya akan berlaku untuk Facebook NewsFeed dan Google Search. Tetapi itu kemudian akan diperluas untuk memasukkan platform digital lainnya, jika ada cukup bukti untuk menetapkan bahwa mereka menimbulkan ketidakseimbangan daya tawar.
Saat berbicara kepada wartawan di Canberra pada Selasa, Frydenberg menyebut undang-undang itu sebagai reformasi besar. "Ini adalah yang pertama di dunia. Dan dunia menyaksikan apa yang terjadi di Australia," katanya.
RUU tersebut dikembangkan oleh Australia Competition and Consumer Commission (ACCC) selama tiga tahun setelah melakukan konsultasi publik yang mencakup platform media sosial serta organisasi berita Australia.
Sejak proposal awal pada Juli, pemerintah telah memberikan kelonggaran kepada perusahaan teknologi tersebut, menurut laporan berita Australia.
RUU tersebut telah mendapat dukungan politik yang luas di Australia dan kemungkinan akan diputuskan di parlemen awal tahun depan.
Managing Director Facebook Australia Will Easton, pada Selasa, mengatakan bahwa perusahaan akan meninjau undang-undang tersebut dan terlibat melalui proses parlemen yang akan datang. Itu dilakukan untuk mendapatkan kerangka kerja yang bisa diterapkan untuk mendukung ekosistem berita Australia.
Perwakilan Google menolak berkomentar pada Selasa, mengatakan perusahaan belum melihat versi final dari undang-undang yang diusulkan tersebut. (DW/Al Jazeera/OL-8)
Meta, perusahaan teknologi yang merupakan induk dari Facebook, dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana pengurangan sekitar 20% dari total tenaga kerjanya.
FACEBOOK Marketplace meluncurkan fitur Meta AI baru, termasuk fitur yang secara otomatis membalas pesan dari pembeli yang berminat, demikian diumumkan Facebook pada hari Kamis.
Facebook adalah salah satu media sosial terbesar di dunia yang digunakan untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan membangun jaringan pertemanan secara online.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Bingung karena lupa? Berikut panduan lengkap cara melihat kata sandi FB sendiri yang tersimpan di Google Chrome, Android, dan iPhone dengan mudah dan aman.
Saling tuding terkait penyebaran berita palsu disebut menjadi pola yang berulang dalam konflik antara Thailand dan Kamboja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved