Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BANGKOK dilanda kegilaan bebek karet sejak demonstran prodemokrasi menggunakan bebek karet raksasa untuk melindungi diri dari semprotan meriam air, bulan lalu.
Ketika polisi berusaha membubarkan demonstrasi, November lalu, menggunakan gas air mata dan meriam air di depan parlemen, gambar demonstran bersembunyi di balik bebek karet raksasa menjadi viral.
Dalam hitungan hari, berbagai barang bertema bebek karet bisa ditemukan di berbagai pedagang kaki lima, mulai dari topi hingga jepit rambut.
Baca juga: Militer Korsel Jadikan Samsung Galaxy S20 Ponsel Taktis
Demonstran menuntut Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha untuk mengundurkan diri, merevisi konstitusi buatan militer, dan mereformasi kerajaan.
Bebek karet menjadi simbol protes tanpa sengaja. Demonstran, awalnya, berencana menghanyutkan bebek karet itu di Sungai Chao Praya di belakang parlemen saat anggota DPR berdebat mengenai perubahan konstitusi.
Namun, sejak bebek karet itu digunakan untuk melindungi demonstran dari gas air mata dan meriam air, para demonstran menyebut mainan itu telah membantu gerakan prodemokrasi memenangkan perang humas melawan pemerintah.
"Sederhananya, bebek karet itu melindungi warga yang melakukan aksi demonstrasi damai. Bebek-bebek lucu itu membantu melawan polisi bersenjata lengkap dan mereka terbukti lebih baik," ujar seorang demonstran yang mengaku bernama Sam.
Rattikarn Saehor, 39, menjual mainan bebek karet dan mengaku produk yang dijualnya membuat aksi demonstrasi menjadi lebih ceria.
"Kami menginginkan aksi demonstrasi menjadi lebih tidak menyeramkan, penuh ide, dan tanpa kekerasan. Bebek ini sukses melakukannya," ujarnya.
Dia mengatakan hasil penjualan bebek-bebek itu akan disumbangkan untuk relawan medis yang hadir dalam demonstrasi. (AFP/OL-1)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengaku langsung bergerak cepat memperbaiki fasilitas umum yang sempat dirusak massa aksi demonstrasi di gedung MPR/DPR pada Senin 25 Agustus
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menembakkan air untuk mengurai massa. Merespon halauan polisi, massa aksi kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras.
Data terbaru menunjukkan jumlah jurnalis Palestina yang tewas sejak Oktober 2023 mencapai 246 orang.
Iqbal mengatakan praktik korupsi di Kemnaker berdampak langsung pada kondisi pekerja. Salah satunya terkait biaya tambahan akibat pungutan dalam perizinan.
DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas pada sejumlah titik imbas aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah daerah mengambil langkah serius untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved