Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Selatan (Korsel) melaporkan wabah flu burung H5N8 yang sangat patogen dari salah satu peternakan bebek di wilayah barat daya. Hal itu diungkapkan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE), Senin (30/11).
Wabah flu burung itu terjadi di Kota Girin-ri dan menyebabkan 19.000 ekor bebek mati, menurut situs OIE, mengutip Kementerian Pertanian Korsel.
Baca juga: PM Kroasia Positif Covid-19
Sekitar 392.000 ekor ayam dan bebek di enam peternakan dimusnahkan sebagai upaya pencegahan infeksi lebih lanjut, kata Kementerian Pertanian Korsel. (Ant/OL-1)
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved