Rabu 11 November 2020, 23:34 WIB

Jelang Topan Vamco, Ribuan Warga Filipina Diminta Mengungsi

Faustinus Nua | Internasional
Jelang Topan Vamco, Ribuan Warga Filipina Diminta Mengungsi

AFP
Pengendara motor melewati jalan di tengah angin kencang di Kota Legazpi, provinsi Albay, Filipina

 

PIHAK berwenang di Filipina pada Rabu (11/11) memerintahkan ribuan penduduk di komunitas pesisir timur untuk mengungsi menjelang kedatangan Topan Vamco, hanya beberapa minggu setelah negara itu dilanda badai paling kuat yang tercatat di mana pun di dunia tahun ini.

Vamco, yang membawa angin berkelanjutan dengan kecepatan 125 kilometer per jam (78 mil per jam) dan hembusan hingga 155 kilometer per jam (96,3 kilometer per jam), akan mendarat pada Rabu malam dan merupakan badai tropis ke-21 yang melanda Filipina tahun ini.

“Kami baru dalam pemulihan 1% dan kemudian datang topan lagi. Kami sekarang merasakan angin kencang dan hujan," kata Joseph Cua, gubernur provinsi Catanduanes kepada stasiun radio DZMM.

Provinsi pulau Catanduanes dan Albay di dekatnya, keduanya di tenggara ibu kota Manila, mengalami serangan topan Goni pada akhir Oktober. Topan kategori 5 itu menewaskan 25 orang dan menyebabkan enam hilang.

Baca juga : ASEAN Tetap Dinilai Mitra Penting Usai Kemenangan Biden

Sementara, Vamco akan mendarat di Pulau Polillo pada Rabu malam dan menghantam provinsi penghasil beras di utara ibu kota sebelum keluar dari pulau utama Filipina, Luzon pada Kamis, kata Chris Perez, peramal cuaca negara.

Warga di komunitas pesisir, yang memperkirakan gelombang badai setinggi tiga meter (sembilan kaki), diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka, kata Cristina Bosque, walikota Polillo. Tetapi tetap menjadi tantang untuk memastikan pencegahan penyebaran Covid-19 di pusat-pusat evakuasi. Vamco diperkirakan akan menuju wilayah tengah Vietnam setelah meninggalkan Filipina.

Filipina, sebuah negara kepulauan dengan lebih dari 7.600 pulau, biasanya mengalami sekitar 20 badai tropis setiap tahun. Banjir dan tanah longsor selama sebulan terakhir telah menewaskan sedikitnya 160 orang di daerah itu, dan korban holang di puluhan lainnya.(AlJazeera/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Israel Bebaskan Tahanan Palestina setelah Akhiri Mogok Makan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:10 WIB
Aksi mogok makan menjadi hal biasa di antara para tahanan Palestina dan telah membantu mengamankan banyak konsesi dari otoritas...
DOK BAKAMLA

Diprotes Tiongkok, Pengamat Sebut Pengeboran Migas di Natuna Tetap Dilanjutkan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 21:00 WIB
pemerintah membangun opini di dalam dan luar negeri, perihal kewajiban semua negara di dunia, untuk tidak menafsirkan hukum internasional...
AFP

AS Hingga UE Kecam Taliban Atas Pembunuhan Mantan Pasukan di Afghanistan

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 05 Desember 2021, 19:54 WIB
Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus ketika pemerintah yang didukung AS di Kabul runtuh setelah pasukan Amerika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya