Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Topan Fung-wong Terjang Filipina, 10 Orang Tewas dan 1,4 Juta Warga Mengungsi

Ferdian Ananda Majni
11/11/2025 16:00
Topan Fung-wong Terjang Filipina, 10 Orang Tewas dan 1,4 Juta Warga Mengungsi
Ilustrasi.(AFP/JOSE ROMERO)

TOPAN Fung-wong yang juga dikenal secara lokal sebagai Super Typhoon Uwan, telah meninggalkan wilayah barat laut Filipina setelah menimbulkan kehancuran besar. 

Sedikitnya 10 orang tewas dan 1,4 juta warga terpaksa mengungsi akibat badai tersebut, demikian laporan otoritas setempat.

Badai besar ini bergerak ke arah barat laut menuju Taiwan setelah menghantam Filipina utara pada Minggu (9/11) malam. Kedatangannya memperparah situasi di negara itu, yang masih berusaha pulih dari Topan Kalmaegi sepekan sebelumnya. Kalmaegi telah menewaskan sedikitnya 232 orang di wilayah tengah Filipina pada 4 November sebelum melanjutkan pergerakannya ke Vietnam, menimbulkan lima korban jiwa tambahan.

Menurut pejabat tanggap bencana, 10 korban tewas dilaporkan akibat banjir bandang, tanah longsor, kabel listrik terekspos, serta runtuhnya rumah di berbagai provinsi seperti Catanduanes, Samar Timur, Nueva Vizcaya, Provinsi Pegunungan dan Ifugao.

Di Nueva Vizcaya, tiga anak meninggal dunia setelah dua longsor terpisah menimpa rumah mereka. Polisi menyebut empat orang lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Sementara itu, di provinsi Kalinga yang berdekatan, dua warga desa tewas dan dua lainnya dinyatakan hilang, kata pejabat provinsi pada Senin malam.

Setidaknya 132 desa di wilayah utara dilanda banjir. Di beberapa tempat, warga bahkan terjebak di atap rumah saat air naik dengan cepat. Lebih dari 4.100 rumah rusak.

"Meskipun topan telah berlalu, hujannya masih menimbulkan bahaya di beberapa wilayah di Luzon utara, termasuk di wilayah metropolitan Manila,” kata Bernardo Rafaelito Alejandro IV dari Kantor Pertahanan Sipil.

"Kami akan melakukan operasi penyelamatan, bantuan, dan tanggap bencana hari ini," sebut Alejandro.

Kekuatan Topan dan Dampak

Fung-wong menghantam daratan di Provinsi Aurora pada Minggu (9/11) malam sebagai topan super dengan kecepatan angin berkelanjutan mencapai 185 km/jam (115 mph) dan hembusan hingga 230 km/jam (143 mph).

Badan meteorologi nasional melaporkan badai dengan diameter mencapai 1.800 kilometer itu melemah saat melintasi wilayah pegunungan dan dataran pertanian di utara, sebelum akhirnya bergerak keluar menuju Laut Cina Selatan melalui Provinsi La Union.

Lebih dari 1,4 juta warga mengungsi ke tempat penampungan darurat atau rumah kerabat, sementara sekitar 240.000 orang masih bertahan di pusat-pusat evakuasi hingga Selasa (11/11).

Tanggap Darurat dan Isu Iklim

Presiden Ferdinand Marcos Jr telah mengumumkan keadaan darurat nasional pada Kamis sebelumnya karena kerusakan besar yang disebabkan oleh Kalmaegi dan potensi bencana lanjutan dari Fung-wong.

Para ahli menilai perubahan iklim telah memperburuk intensitas badai tropis, yang di berbagai belahan dunia dikenal dengan nama siklon, badai tropis, atau topan. Lautan yang lebih hangat menyebabkan uap air dan energi panas meningkat, memperkuat kekuatan badai.

Menariknya, dua topan super yang melanda Filipina dalam waktu kurang dari satu minggu terjadi bersamaan dengan Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) yang tengah berlangsung di Belem, Brasil.

Negara-negara seperti Filipina, yang mengalami dampak paling berat dari krisis iklim, menegaskan bahwa mereka hanya menyumbang sebagian kecil terhadap emisi global. Mereka kini menuntut negara-negara besar penghasil emisi agar menanggung sebagian biaya penanganan dan pemulihan bencana.

Negara-negara tersebut masih menghabiskan sekitar 1 triliun dolar AS per tahun untuk subsidi bahan bakar fosil, sementara jutaan warga di kawasan rentan seperti Filipina menghadapi dampak nyata dari perubahan iklim. (Al Jazeera/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik