Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan Presiden Vladimir Putin belum menyampaikan ucapan selamat kepada presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, karena menunggu hasil resmi dari badan penyelenggara pemilu setempat.
“Seperti dikatakan oleh Juru Bicara Presiden sebelumnya, pemerintahan kami merasa akan lebih baik apabila kami menunggu hasil resmi dari pemilihan presiden (AS) ini,” ujar Dubes Vorobieva dalam acara taklimat media di Jakarta, Rabu (11/11).
Menurut dia, penundaan ucapan selamat kepada kandidat dari Partai Demokrat AS itu dilakukan pemerintah Rusia mengingat masih ada berbagai prosedur yang harus dilalui sebelum pilpres diumumkan secara resmi.
Meski demikian, Vorobieva menegaskan Rusia berharap agar hubungan dengan Amerika Serikat, di bawah pemerintahan siapapun yang menjadi presiden dalam periode selanjutnya, akan dapat berkembang ke arah yang positif, “yang kami dapat katakan tidak terjadi dalam empat tahun terakhir,” tambahnya.
Dia pun mengatakan Rusia siap untuk bekerja secara konstruktif dengan pemerintahan Amerika, siapapun pemimpinnya.
Pernyataan serupa sempat dicetuskan oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, sebagaimana dilaporkan Reuters, di mana dia mencatat bahwa Presiden Putin telah berulang kali menyatakan kesiapan untuk bekerja dengan pemimpin AS manapun.
Rusia juga berharap dapat menjalin dialog dengan pemerintah AS yang baru dan menemukan cara untuk menormalkan hubungan bilateral yang bermasalah.
Menurut Reuters, hubungan Moskow dengan Washington tenggelam ke posisi terendah, sejak berakhirnya Perang Dingin, pada tahun 2014 ketika Rusia menganeksasi Krimea dari Ukraina. Pada saat itu, Biden menjabat sebagai wapres dari Presiden Barack Obama.
Hubungan kedua negara kian memburuk ketika AS melayangkan tuduhan bahwa Moskow telah ikut campur dalam pemilihan presiden AS pada 2016 untuk mencoba memiringkan suara untuk mendukung Presiden Donald Trump. Tuduhan tersebut dibantah oleh Kremlin.
Selain Rusia, Tiongkok juga menjadi salah satu negara yang menunda ucapan selamat bagi presiden terpilih Joe Biden.
“Kami melihat bahwa Biden telah mengumumkan kemenangan pemilu,” ujar jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin pada Senin (9/11). “Kami mengerti bahwa hasil pilpres AS akan ditentukan usai melalui prosedur dan hukum AS,” katanya. (Ant/OL-12)
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved