Sabtu 31 Oktober 2020, 06:43 WIB

EU Desak WHO Lebih Transparan Dalam Penanganan Pandemi

Mediaindonesia.com | Internasional
EU Desak WHO Lebih Transparan Dalam Penanganan Pandemi

AFP/ODD ANDERSEN
Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn

 

UNI Eropa (EU) mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera dirombak, agar lebih kuat menangani pandemi dan membuka kekurangan negara-negara anggotanya dalam keadaan darurat kesehatan. Komentar tersebut dibuat pada konferensi video para menteri kesehatan EU yang mendukung dokumen EU tentang reformasi badan PBB, yang untuk pertama kalinya menguraikan serangkaian perubahan besar yang diperlukan untuk meningkatkan kekuatan dan sumber daya WHO.
  
Langkah tersebut menyusul kritik bahwa Tiongkok dan negara lain tidak membagikan informasi tentang pandemi covid-19 secara tepat waktu pada masa awal kemunculannya.
  
"Pandemi saat ini sangat menantang kita, tetapi sangat penting bahwa debat reformasi (WHO) diadakan secara paralel," ujar Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, Jumat (30/10).

 
Dia tidak mengatakan kapan proses reformasi harus dimulai, tetapi menekankan bahwa sebagai akibat dari perombakan tersebut, WHO harus menjadi lebih cepat bereaksi terhadap krisis kesehatan. Sementara negara-negara anggotanya harus berbagi lebih banyak informasi dalam keadaan darurat.
  
"Kami sangat menghargai kepemimpinan kuat EU dalam kesehatan global dan dukungannya yang teguh untuk WHO, termasuk dukungan untuk memperkuat organisasi," kata WHO, sembari menolak berkomentar secara khusus mengenai dokumen EU.

"Sangat penting bagi kita untuk terus maju dengan reformasi ini," kata Komisaris Kesehatan EU Stella Kyriakides dalam konferensi pers yang sama.
  
Setelah berbulan-bulan tekanan internasional, panel independen dibentuk pada September untuk meninjau penanganan global pandemi. Proses untuk mereformasi WHO akan dimulai setelah itu, kata para pejabat. Draf dokumen EU, yang akan mewakili posisi blok itu dalam sidang WHO pada pertengahan November mendatang, mendesak badan PBB untuk mempublikasikan lebih cepat bagaimana dan apakah negara anggotanya menghormati kewajiban mereka dalam berbagi informasi tentang krisis kesehatan.

baca juga: UE akan Danai Transfer Pasien Korona Lintas Batas

Sebelumnya, Amerika Serikat menuduh WHO terlalu dekat dengan Tiongkok pada fase pertama pandemi, ketika para kritikus mengatakan Beijing lambat dalam berbagi informasi penting tentang virus korona baru yang pertama kali muncul di Kota Wuhan. Namun, WHO telah berulang kali menepis tuduhan tersebut.
  
"Transparansi tentang siapa yang mematuhi aturan adalah fundamental," kata Kyriakides kepada para menteri di konferensi video.
 
Draf dokumen tersebut juga mengatakan negara-negara anggota WHO harus mengizinkan penilaian epidemiologi independen di tempat zona risiko tinggi selama krisis kesehatan. (Ant/OL-3)

Baca Juga

Antara/Bambang Sloane

Pandemi, Sirkus Zavatelli Terdampar di Parkiran

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 November 2020, 00:30 WIB
Virus korona baru telah membuat Sirkus Zavatelli tidak beroperasi, setidaknya untuk...
AFP/JOEL SAGET

Malaysia Pesan 12,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:30 WIB
Pfizer akan memberikan satu juta dosis pertama pada kuartal pertama 2021, diikuti dengan 1,7 juta dosis, 5,8 juta, dan 4,3 juta dosis pada...
Medcom.id

Korsel Gagalkan Upaya Korut Retas Pembuat Vaksin Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:15 WIB
Korea Utara belum mengonfirmasi kasus covid-19, tetapi NIS mengatakan wabah di sana tidak dapat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya