Jumat 30 Oktober 2020, 07:29 WIB

Biden Sebut Akan Lindungi Warga Venezuela di AS

Nur Aivanni | Internasional
Biden Sebut Akan Lindungi Warga Venezuela di AS

Drew Angerer/AFP
Calon Presiden AS Joe Biden saat berkampanye di Florida, Kamis (29/10/2020).

 

KANDIDAT Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, pada Kamis (29/10) mengatakan bahwa dia akan memberikan perlindungan deportasi bagi warga Venezuela dan mengubah kebijakan Kuba di Washington jika dia terpilih sebagai Presiden AS. Mantan wakil presiden itu mencap Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai 'preman'. Biden juga mengecam Pemerintahan Trump telah mendeportasi ratusan warga Venezuela dan Kuba.

Trump, lanjut Biden tidak akan memberikan status perlindungan sementara bagi rakyat Venezuela yang melarikan diri dari rezim Maduro. 

"Saya akan melakukannya," tambahnya.

Undang-undang bipartisan yang akan melindungi sekitar 200.000 warga Venezuela disahkan Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin Demokrat tahun lalu, tetapi telah mendekam di Senat. Pemerintahan Trump telah dikritik karena tidak mengambil tindakan.

"Dia tidak peduli dengan orang Kuba dan Venezuela," kata Biden selama kampanye di Broward College dekat Miami, yang merupakan rumah bagi populasi imigran Latin.

Biden berusaha untuk memenangkan pemilih Hispanik di Florida, sebuah negara bagian yang sangat penting bagi harapan terpilihnya kembali Trump. 

"Jika Florida menjadi biru, itu sudah berakhir!" kata Biden.

Selain itu, Biden juga mengatakan bahwa sudah waktunya untuk kebijakan Kuba yang baru. Tapi dia tidak merinci perubahan yang dimaksud. Dia pun mengecam Trump karena telah merangkul begitu banyak diktator di seluruh dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. 

"Trump adalah pembawa standar terburuk untuk demokrasi di tempat-tempat seperti Kuba, Venezuela, Korea Utara," kata Biden.

baca juga: Biden-Trump Berebut Suara Elektoral

Sementara itu di Tampa, Trump mengatakan bahwa Biden mengkhianati kaum Hispanik selama karirnya yang panjang di Washington. 

"Saya selalu mencintai mereka, dan saya pikir mereka selalu mencintai saya," kata Trump.

Orang Kuba-Amerika merupakan kelompok pemilih Hispanik terbesar di Florida, dan secara historis mereka cenderung konservatif. (AFP/OL-3)


 

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli

Israel Hancurkan Tangga Bersejarah Masjid Al-Aqsa

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 03 Desember 2020, 23:03 WIB
Pemerintah pendudukan Israel di Yerusalem tidak mengomentari pembongkaran...
AFP/Karim Sahib

Uni Emirat Arab Luncurkan Visa Turis untuk Warga Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 03 Desember 2020, 22:43 WIB
Langkah tersebut termasuk sementara sampai kesepakatan pembebasan visa bersama...
AFP/Cristian Hernandez

Menlu Iran Desak Biden Akhiri Perilaku Nakal Amerika

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 03 Desember 2020, 22:34 WIB
Ketegangan lama AS-Iran selama puluhan tahun meningkat setelah Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya