Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Azerbaijan mengatakan serangan rudal di dekat Nagorno-Karabakh pada Rabu (28/10) telah menewaskan 21 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Baku menuduh serangan paling mematikan terhadap warga sipil tersebut dilakukan oleh pasukan Armenia yang kini tengah memperebutkan wilayah sengketa.
Ajudan presiden Azerbaijan Hikmet Hajiyev mengatakan pasukan Armenia telah menembakkan rudal Smerch ke Barda. Dia menuduh bahwa musuh mereka menggunakan munisi gabungan
"(Itu) untuk menimbulkan banyak korban di antara warga sipil," ungkapnya.
Kantor kejaksaan mengatakan serangan itu telah merusak daerah padat penduduk dan distrik perbelanjaan, menewaskan 21 warga sipil dan melukai sedikitnya 70 orang.
Baca juga : Amerika akan Danai Penelitian Israel di Tepi Barat dan Golan
Armenia segera membantah melakukan serangan itu - yang kedua dalam dua hari - yang dikatakan Azerbaijan membunuh warga sipil di distrik Barda yang dekat dengan garis depan. Yerevan sebaliknya menuduh pasukan Azerbaijan melakukan serangan baru yang mematikan di daerah sipil Karabakh.
"Tidak berdasar dan salah," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Shushan Stepanyan yang menolak tuduhan menyerang warga sipil.
Sebelumnya, Azerbaijan pada Selasa menuduh Armenia melakukan serangan rudal lain di distrik Barda yang menewaskan empat warga sipil termasuk seorang gadis berusia dua tahun. Korban adalah yang terburuk bagi warga sipil Azerbaijan sejak 13 orang tewas dalam penembakan di kota kedua Ganja di negara itu pada 17 Oktober.
Serangan terbaru dalam da hari terakhir datang meskipun gencatan senjata yang ditengahi AS disepakati pada akhir pekan. Upaya gencatan senjata ketiga berturut-turut runtuh hanya beberapa menit setelah diberlakukan.(AFP/OL-2)
Otoritas Seoul telah menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran.
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
JAUH-JAUH hari David Harvey (1989) dalam bukunya, The Condition of Postmodernity, telah menjelaskan dampak kondisi global ekonomi sebuah negara.
Perang akan memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved