Kamis 22 Oktober 2020, 08:10 WIB

Soal Nagorno-Karabakh, PM Armenia: Tidak ada Jalan Tengah

Nur Aivanni | Internasional
Soal Nagorno-Karabakh, PM Armenia: Tidak ada Jalan Tengah

AFP/Tofik Babayev
Seseorang berdiri di sekitar rumah yang hancur akibat konflik militer antara Armenia dan Azerbaijan

 

PERDANA Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengeyampingkan solusi diplomatik untuk konflik dengan Azerbaijan atas wilayah Nagorno-Karabakh.

Dalam pesan video di Facebook, Pashinyan mengatakan konflik Karabakh tidak akan memiliki solusi diplomatik untuk waktu yang lama. Ia pun mendesak warga Armenia untuk menjadi sukarelawan bertempur di garis depan.

"Ada kemenangan dan ada kekalahan. Tidak ada jalan tengah," kata Pashinyan.

Menurutnya, negosiasi mengenai status Karabakh sekarang tidak ada gunanya. Ia pun menuduh Azerbaijan tidak ingin berkompromi.

Untuk diketahui, ratusan orang telah tewas dalam gejolak pertempuran di Karabakh, wilayah Azerbaijan yang sudah lama dikuasai oleh separatis Armenia.

Dalam sebuah pernyataan, Penasihat Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Hikmet Hajiyev, mengatakan pernyataan Pashinyan menunjukkan Armenia sama sekali tidak tertarik dengan penyelesaian konflik secara damai.

Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov dan Menlu Armenia Zohrab Mnatsakanyan akan bertemu dengan Menlu AS Mike Pompeo. Namun tidak ada pertemuan trilateral yang dilakukan.

Baca juga: DK PBB Bahas Pertempuran Nagorno-Karabakh

Awal bulan ini, gencatan senjata disepakati di Moskow setelah 11 jam perundingan, tetapi kesepakatan itu berdampak kecil di lapangan. Kemudian, gencatan senjata kedua yang disepakati pada Sabtu pun gagal.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengklaim tentaranya mengendalikan situasi operasi di sepanjang garis depan.

Dalam kunjungan ke markas NATO di Brussel, Presiden Armenia Armen Sarkisian menuduh Turki mendukung Azerbaijan secara politis, diplomatis, dan sangat militer.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg tidak menanggapi tuduhan tersebut dan malah mendesak pihak-pihak untuk menahan diri, melakukan gencatan senjata dan menurunkan ketegangan.

Vaqif Sadiqov, utusan Azerbaijan untuk PBB di Jenewa, mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya siap untuk menghentikan pertempuran dengan syarat pasukan Armenia harus meninggalkan wilayah Azerbaijan.

"Kami harus memahami dan melihat secara realistis: Kami tidak akan menunggu 30 tahun lagi hingga ini terjadi," ujar Jens.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Adam TAYLOR / PRIME MINISTER OFFICE AUSTRALIA

Australia Tuntut Tiongkok Minta Maaf Atas Unggahan Foto Palsu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 12:34 WIB
Morrison mengatakan Australia meminta penghapusan gambar yang disebutnya 'Amat sangat memuakkan'...
AFP/ANWAR AMRO

Libanon akan Longgarkan Pembatasan Mulai Hari Ini

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 10:48 WIB
Hassan memperingatkan mengenai bahaya meningkatnya kasus covid-19 dan berharap warga tetap mematuhi protokol...
AFP/Kena Betancur

Meski Covid-19 Melonjak, New York akan Buka Kembali Sekolah Dasar

👤Nur Aivanni 🕔Senin 30 November 2020, 10:30 WIB
Siswa yang kembali bersekolah, katanya, akan menjalani tes covid-19...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya