Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN antivirus korona baru (covid-19) yang dikembangkan oleh Chumakov Center Rusia dapat digunakan segera setelah berhasil melewati semua uji klinis. Direktur Jenderal Ildar Ishmukhametov Chumakov Center mengatakan kepada kantor berita Rusia, TASS, semua tahapan uji klinis dijadwalkan selesai pada November mendatang.
“Yang pasti, kami bisa segera menggunakannya setelah semua uji klinis selesai. Kami berencana menyelesaikannya pada November,” ujarnya.
Baca juga: Tiongkok Jual Vaksin Covid-19 Senilai 1 Juta
Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (RAS) Alexander Sergeyev mengatakan kepada TASS pada akhir September lalu bahwa vaksin Chumakov Center didasarkan pada pengalaman kerja global dan domestik selama seabad dengan vaksin virion lengkap dan mungkin memiliki potensi ekspor.
Menurut ilmuwan Rusia, Chumakov Center memiliki fasilitas produksi modern dengan kapasitas untuk memproduksi hingga sepuluh juta dosis berbagai vaksin.
Kementerian Kesehatan Rusia telah mengeluarkan izin untuk uji klinis vaksin Chumakov Center dan pengujian akan segera dimulai di Kirov, St. Petersburg, dan Novosibirsk serta akan melibatkan lebih dari 3.000 sukarelawan. Menurut Ishmukhametov, uji klinis dijadwalkan selesai pada November.
Chumakov Federal Scientific Center for Research and Development of Immune and Biological Products didirikan atas dasar Institute of Poliomyelitis and Virus Encephalitis, USSR Academy of Medical Sciences. Akademisi USSR Academy of Medical Sciences Mikhail Chumakov adalah pendiri dan direktur pertama institut (hingga 1972).
Sekarang, Chumakov Center adalah organisasi penelitian dunia terkemuka di bidang virologi medis. (TASS/Hym/A-1)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved