Kamis 30 Juli 2020, 14:40 WIB

Kamp Pengungsi Palestina Dikhawatirkan Jadi Pusat Penyebaran

Faustinus Nua | Internasional
Kamp Pengungsi Palestina  Dikhawatirkan Jadi Pusat Penyebaran

AFP/ABBAS MOMANI
Inilah kamp pengungsi al-Jalazoun dekat Tepi Barat, Ramallah pada 24 Juli 2020

 

Gelombang kedua infeksi virus covid-19 tengah melanda Tepi Barat yang diduduki Israel. Hal itu memicu kekhawatiran akan lonjakan kamp-kamp pengungsi Palestina yang penuh sesak, sehingga tidak memungkinkan diterapkannya physical distancing.

Dikutip AFP, krisis kesehatan yang berkembang menyebabkan kekhawatiran di kamp-kamp pengungsian. PBB memperkirakan sekitar 5 juta orang Palestina berstatus pengungsi.

Mereka adalah penduduk yang selamat setelah diusir atau melarikan diri dari tanah mereka pada tahun 1948 ketika Israel didirikan. Lebih dari 1,5 juta orang tinggal di kamp-kamp di Libanon, Suriah, Yordania, Jalur Gaza Tepi Barat, dan Yerusalem Timur yang dicaplok Israel.

Mereka dibantu oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), yang memberi mereka bantuan medis dan mengelola sekolah. Di kamp Al-Amari, dekat Ramallah di Tepi Barat, diperkirakan 8.000 orang tinggal di lokasi kurang dari satu kilometer persegi (0,39 mil persegi).

UNRWA menggambarkan kamp itu sangat mengkhawatirkan karena masalah kepadatan. "Tidak ada ruang untuk memaksakan jarak atau ruang untuk melakukan karantina," kata Taha Al-Bess, seorang pejabat di komite warga kamp.

Baca juga: Sinopharm akan Uji Coba Potensi Vaksin Covid-19 di Brasil

Pada awal pandemi covid-19 di bulan Maret, Otoritas Palestina dengan cepat memberlakukan pembatasan untuk menekan penyebaran virus covis-19. Namun, setelah Israel dan kemudian PA melonggarkan pembatasan pada akhir April dan Mei, jumlah kasus covid-19 meningkat lagi.

Hal itu diperburuk dengan adanya pelanggaran perbatasan dan pergerakan publik. Mengingat para pekerja Palestina harus pergi dan pulang dari tempat pekerjaan di negara tetangga Israel.

Ada pun, negara Yahudi itu di-lockdown pada pertengahan Maret, tetapi setelah mengurangi pembatasan, negara itu mulai melaporkan 1.000 hingga 2.000 kasus harian baru covid-19. Akibatnya otoritas memberlakukan kembali beberapa pembatasan.

Sementara Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa mencatat lebih dari 10.860 total kasus infeksi covid-19. Negara itu juga melaporkan lebih dari 75 kematian akibat covid-19. Sejak awal Juli telah terjadi 2.700 infeksi covid-19 dan 7 kematian dilaporkan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Don EMMERT

AS Sepakati Pembangunan PLT Angin Lepas Pantai Terbesar

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 12 Mei 2021, 09:09 WIB
Proyek Vineyard Wind yang akan menghasilan 600 megawatt listrik akan cukup untuk menerangi 400 ribu rumah di...
AFP/MICHAEL DANTAS

Brasil Hentikan Vaksinasi AstraZeneca untuk Ibu Hamil

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 12 Mei 2021, 08:57 WIB
Kementerian Kesehatan Brasil tengah menyelidiki penyebab kematian seorang perempuan di Rio de Janeiro setelah menerima vaksin covid-19...
AFP/VADIM SAVITSKY

Masih ada 100 Ribu Tentara Rusia di Perbatasan Ukrania

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 12 Mei 2021, 08:37 WIB
Rusia dituduh gagal menarik perangkat keras dan pasukan militer sepenuhnya dari daerah perbatasan setelah kebuntuan kedua...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya